Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendukung penuh ekspansi produksi fatty alcohol PT Unilever Oleochemical Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, dengan nilai investasi mencapai 155 juta dolar AS. Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan perluasan operasional ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal dan memperkuat rantai pasok UMKM setempat. Dukungan ini disampaikan usai peresmian pengembangan operasional yang dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Yuliot Tanjung, Rabu.
SIMALUNGUN — Investasi senilai 155 juta dolar AS dari PT Unilever Oleochemical Indonesia di KEK Sei Mangkei tidak hanya sekadar menambah kapasitas produksi. Pemprov Sumut menilai langkah ini menjadi katalis utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk atau tingginya volume produksi. Menurutnya, tolok ukur utamanya adalah sejauh mana investasi mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.
Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyatakan optimismenya terhadap masa depan manufaktur berkelanjutan di Indonesia. Fasilitas operasional PT Unilever Oleochemical Indonesia secara keseluruhan kini diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara.
Potensi nilai ekspor dari pengiriman tersebut diperkirakan mencapai 800 juta dolar AS. Willem menambahkan, pabrik fatty alcohol ini memperkuat posisi Indonesia dalam memproduksi oleokimia bernilai tinggi di pasar internasional.
"Investasi ini bukan sekadar perluasan kapasitas produksi, tetapi juga dedikasi kami pada manufaktur rendah karbon berbasis bio-energi sirkular, serta komitmen memberdayakan tenaga kerja dan masyarakat lokal," tutur Willem dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah pengembangan industri yang berkelanjutan di Sumatera Utara. Kehadiran industri pengolahan kelapa sawit terintegrasi ini dinilai sejalan dengan tren global akan produk ramah lingkungan.
Wagub Surya menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem industri yang tangguh. Pemprov Sumut terus mendorong PT Unilever Oleochemical Indonesia dan para investor di KEK Sei Mangkei memberikan kesempatan lebih luas kepada pemasok serta penyedia jasa lokal.
"Kita juga ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari keberadaan KEK Sei Mangkei ini dirasakan secara inklusif dan merata," tegas Surya.
Surya berharap pengembangan operasional pabrik ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal. Selain memperluas kesempatan kerja, ekspansi ini juga dinilai mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Sumatera Utara.
"Saya berharap pengembangan operasional ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kompetensi sumber daya manusia kita, serta memperluas kemitraan dengan UMKM," ujarnya.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Sumatera Utara, khususnya di kawasan industri yang dikelola untuk menarik sektor pengolahan bernilai tambah tinggi.