Rektor USU: 5.263 Lulusan Diwisuda, Ijazah Bukan Lagi Bukti Selesai Belajar

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20:02 WIB
lulusan USU dikukuhkan dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium USU, Medan, 22-28 Agustus 2025.

MEDAN — Sebanyak 5.263 lulusan Universitas Sumatera Utara resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung sejak Sabtu (22/8) hingga Jumat (28/8) di Auditorium USU. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan lulusan Program Sarjana dengan total 3.439 orang, disusul Program Magister sebanyak 579 orang, dan Program Diploma 739 orang.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengangkat tema "Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi: Degree vs Skills?" dalam pidato wisudanya. Ia menekankan bahwa gelar akademik dan keterampilan tidak perlu dipertentangkan karena keduanya memiliki peran berbeda bagi lulusan yang akan memasuki dunia profesional.

Pergeseran Perekrutan dari Ijazah ke Kompetensi

Muryanto mengamati bahwa perusahaan kini semakin mempertimbangkan kemampuan nyata calon tenaga kerja. Pengalaman, portofolio, penguasaan teknologi, hingga rekam jejak kerja menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen.

Kondisi ini menandai pergeseran dari credential-based hiring yang berorientasi pada kualifikasi akademik, menuju skills-based hiring yang lebih menekankan kompetensi. Meski demikian, ia menilai pendidikan tinggi tetap memberikan fondasi keilmuan yang diperlukan untuk memasuki dunia profesional.

"Ijazah menjadi bukti bahwa seseorang telah menempuh proses pendidikan secara terstruktur dan memenuhi standar akademik, sedangkan keterampilan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan," ujarnya Rabu (26/8).

Makna Gelar Berubah, Bukan Menghilang

Menurut Muryanto, perubahan kebutuhan dunia kerja tidak lantas menghapus relevansi gelar akademik. Justru makna gelar itu sendiri yang bergeser seiring perkembangan zaman.

"Gelar tidak kehilangan relevansi. Makna gelar berubah ketika dunia kerja terus berkembang. Gelar bukan lagi tanda bahwa seseorang telah selesai belajar. Gelar menjadi bukti bahwa seseorang telah memiliki fondasi untuk terus belajar," tegasnya.

Ia mendorong para lulusan untuk tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi kemampuan menyelesaikan masalah. Membangun portofolio sebagai bukti kompetensi, memperbarui keterampilan secara berkelanjutan, serta memperkuat karakter dan reputasi profesional menjadi langkah yang perlu ditempuh.

Kontribusi Lebih Berarti daripada Sekadar Gelar

Muryanto juga mengingatkan bahwa keberadaan lulusan tidak semestinya hanya ditandai oleh gelar yang disandang, melainkan oleh kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia mencontohkan bahwa gelar memberi identitas akademik, sementara keterampilan memberi kemampuan bekerja dan beradaptasi.

"Gelar dapat membuat orang mengetahui latar belakang pendidikan saudara. Namun, kontribusi membuat orang merasakan manfaat keberadaan saudara," tuturnya.

Ia menambahkan, keduanya perlu diperkuat dengan karakter, integritas, serta kemauan untuk terus belajar agar lulusan mampu memberikan manfaat di lingkungan profesional maupun masyarakat. Pengalaman selama menempuh pendidikan, baik kegiatan akademik maupun nonakademik, dapat dimanfaatkan sebagai ruang mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang menunjukkan kompetensi secara nyata.

Secara rinci, jumlah wisudawan yang dikukuhkan meliputi 78 orang Program Doktor, 579 orang Program Magister, 94 orang Program Pendidikan Spesialis, 3 orang Program Pendidikan Sub-Spesialis, 75 orang Program Dokter Jenjang Magister, 256 orang Pendidikan Profesi, 3.439 orang Program Sarjana, dan 739 orang Program Diploma. Hingga saat ini, total lulusan USU mencapai 282.395 orang.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top