MEDAN — Perum Bulog Cabang Medan meningkatkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi 150 ton per hari. Angka ini naik dari pekan sebelumnya yang tercatat 100 ton per hari, seiring melonjaknya permintaan masyarakat di wilayah kerja Bulog Medan.
Kepala Perum Bulog Cabang Medan, Lutfillah Barus, mengatakan penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, hingga kerja sama dengan TNI dan Polri. Wilayah cakupannya meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah kerja Bulog Medan telah mencapai 13.200 ton. Jumlah tersebut setara dengan 90 persen dari target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 14.500 ton.
Lutfillah menambahkan, tingginya angka penyaluran tersebut merupakan respons atas besarnya kebutuhan masyarakat akan beras dengan harga terjangkau. Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli warga sekaligus meredam tekanan kenaikan harga beras di pasaran.
Pantauan di depan Kantor Bulog Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (27/8/2026), menunjukkan antusiasme warga yang rela mengantre untuk membeli beras SPHP. Beras tersebut dijual dengan harga Rp60.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Yanuar Dwi Sapta, salah seorang pembeli, mengaku terbantu dengan adanya penjualan langsung ini. Menurutnya, harga tersebut jauh lebih ringan dibandingkan di tempat lain yang bisa mencapai Rp70.000 per 5 kilogram.
"Alhamdulillah sedikit terbantu. Harga 5 kilogram Rp60.000. Ini membantu karena di tempat lain bisa sampai Rp70.000 per 5 kilogram," kata Yanuar.
Untuk memastikan beras SPHP tepat sasaran, Bulog Medan membentuk tim pemantauan khusus. Tim ini bertugas melakukan pengecekan dan evaluasi di lapangan, termasuk memastikan harga jual tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram.
Selain menggenjot SPHP, Bulog Medan juga mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah. Total bantuan yang akan disalurkan mencapai sekitar 21.000 ton dan ditargetkan rampung hingga akhir September 2026.
Lutfillah berharap seluruh langkah ini mampu menjaga ketersediaan pasokan beras, menekan gejolak harga, serta mendukung pengendalian inflasi di Kota Medan dan daerah sekitarnya.