MEDAN — IHSG ditutup di level 6.541,38 pada Jumat (11/9/2026), terkoreksi 0,73 persen setelah sempat menyentuh 6.462. Pelemahan sepanjang pekan lalu mencapai 1,43 persen. Pergerakan tersebut menjadi pijakan Phintraco Sekuritas dalam menyusun proyeksi pekan ini.
Ruang gerak indeks dinilai masih lebar. Sentimen datang dari luar dan dalam negeri sekaligus, mulai dari keputusan bank sentral hingga pergerakan rupiah dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
Phintraco Sekuritas menyoroti jadwal rapat moneter tiga bank sentral utama. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan pada 16 September, disusul Bank of England pada 17 September, dan Bank of Japan pada 18 September.
"Pada pekan depan, investor global akan menantikan keputusan moneter beberapa bank sentral, seperti the Fed [16/9], Bank of England [17/9] dan Bank of Japan [18/9]," tulis tim riset Phintraco Sekuritas, dikutip Senin (14/9/2026).
Dari dalam negeri, pergerakan rupiah dan imbal hasil SBN turut dicermati investor. Kombinasi faktor global dan domestik itu membuat IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.450-6.700.
Secara teknikal, Phintraco menilai posisi IHSG masih relatif bertahan. Meski begitu, risiko koreksi maupun aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai.
MNC Sekuritas melihat hal serupa. Indeks memang mampu ditutup di atas MA20, tetapi membentuk gap pada rentang 6.552-6.585.
"Pada timeframe weekly, posisi IHSG terkoreksi 1,43%. Kami update skenario IHSG, di mana saat ini diperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji 6.370-6.451," tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas menetapkan level support di 6.448 dan 6.318, dengan resistance di 6.633 dan 6.705.
MNC Sekuritas merilis sejumlah rekomendasi untuk perdagangan hari ini. Tiga saham masuk kategori buy on weakness, satu saham disarankan sell on strength.
Bagi investor yang mencermati pasar pekan ini, tiga jadwal bank sentral pada 16-18 September menjadi penanda penting. Arah rupiah dan imbal hasil SBN akan melengkapi gambaran sebelum keputusan ambil posisi di saham-saham yang masuk daftar pantauan.