SUMATERA UTARA — Rencana membeli laptop baru atau merakit PC dalam waktu dekat sebaiknya disiapkan dengan anggaran lebih besar. Laporan terbaru IDC menunjukkan harga rata-rata PC pada kuartal II 2026 melambung hingga 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini tidak hanya menyasar laptop Windows, tetapi juga PC desktop gaming hingga lini produk Apple.
Laptop Windows standar dengan RAM 16GB kini dibanderol sekitar S$1.650 atau setara Rp23 juta, naik dari sebelumnya S$1.300 (Rp18 juta). Sementara PC desktop gaming melonjak mendekati S$1.860 (Rp26 juta). Apple pun ikut menaikkan harga lini produknya sebesar 15 hingga 25 persen, seperti dikutip dari Straitstimes.
Istilah 'RAMageddon' dipakai para pakar untuk menggambarkan kelangkaan parah pada komponen memori (RAM), media penyimpanan (SSD/HDD), hingga kartu grafis. Pemicu utamanya adalah ledakan kecerdasan buatan (AI) secara global.
Pabrikan komponen beralih fokus memprioritaskan pasokan memori untuk pusat data AI korporasi. Pasarnya dinilai jauh lebih menguntungkan ketimbang pasar komputer harian untuk konsumen umum. Akibatnya, stok untuk kebutuhan konsumen menyusut dan harga terdorong naik.
Kondisi pasar makin memprihatinkan jika melihat harga komponen secara eceran. Di pusat perbelanjaan teknologi seperti Sim Lim Square, harga RAM DDR5 32GB melonjak hampir empat kali lipat dalam setahun, mencapai S$763 (Rp10,6 juta).
Media penyimpanan SSD 1TB pun harganya membengkak lebih dari dua kali lipat menjadi S$328 (Rp4,5 juta). Kenaikan harga RAM dan SSD secara langsung berdampak pada biaya perakitan PC maupun harga jual laptop di tingkat ritel.
Lonjakan harga di tengah situasi ekonomi global membuat pembeli memilih menahan diri. Para pemilik toko komputer melaporkan penurunan penjualan drastis antara 20 hingga 80 persen.
Banyak calon pembeli ragu apakah harus membeli sekarang sebelum harga makin meroket, atau menunggu hingga situasi mereda. Keraguan ini memperparah sepi transaksi di toko-toko komputer, terutama untuk segmen konsumen rumahan.
Kabar baik sepertinya belum akan datang dalam waktu dekat. Analis IDC memperkirakan harga PC akan terus berada di level tinggi sepanjang 2027.
Penurunan harga secara signifikan diprediksi baru bisa dirasakan pada 2028 ke atas. Artinya, konsumen yang berencana upgrade perangkat harus bersiap dengan skenario harga mahal setidaknya dua tahun ke depan.
Jika komputer yang sekarang masih berfungsi baik, merawatnya dengan ekstra mungkin menjadi opsi paling bijak saat ini. Pengguna bisa mempertimbangkan upgrade komponen bertahap hanya jika benar-benar dibutuhkan, misalnya menambah RAM atau mengganti SSD saat ada stok dengan harga lebih masuk akal.
Bagi yang terpaksa membeli, membandingkan harga antar-toko dan memantau promo resmi distributor bisa membantu menekan biaya. Membeli laptop dengan konfigurasi lebih rendah lalu melakukan upgrade mandiri juga bisa jadi alternatif, selama garansi dan kompatibilitas komponen tetap diperhatikan.