SIMALUNGUN — Rakerwil PW HIMMAH Sumut menjadi ajang konsolidasi sekaligus perumusan program kerja organisasi untuk periode mendatang. Penandatanganan MoU dengan PT Bank Sumut menandai terobosan digitalisasi keanggotaan yang menyasar seluruh pengurus cabang di Sumatera Utara.
Ketua PW HIMMAH Sumut Imransyah Pasai menyatakan organisasinya telah membuka ruang bagi PC HIMMAH se-Sumut untuk menjalin kerja sama dengan kantor cabang pembantu Bank Sumut di daerah masing-masing. Langkah itu ditempuh untuk mempercepat pembuatan KTA berbasis rekening bank daerah.
"HIMMAH Sumut telah membuka ruang bagi PC HIMMAH se-Sumut agar membangun jalinan kerjasama dengan KCP Bank Sumut di daerahnya masing-masing dalam percepatan pelaksanaan pembuatan KTA," ujar Imransyah Pasai, Ketua PW HIMMAH Sumut.
Integrasi KTA dengan rekening Bank Sumut disebut sebagai wujud keseriusan PW HIMMAH Sumut memodernisasi organisasi mahasiswa di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Skema ini juga diklaim mendukung BUMD dalam pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara menilai terobosan digitalisasi itu sebagai bukti adaptasi organisasi terhadap kemajuan zaman. Menurutnya, gerakan intelektual mahasiswa harus berhenti berhenti di ruang diskusi dan mulai berbentuk kerja kolaboratif.
"Gerakan intelektual mahasiswa hari ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran retorika di ruang-ruang diskusi, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi kerja-kerja kolaboratif yang dirasakan langsung oleh umat dan masyarakat," ujar Dedi Iskandar Batubara di hadapan para kader.
Dedi berpesan agar kader HIMMAH mempertahankan identitas intelektual, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan mengawal pembangunan Sumut Madani yang adil, terbuka, serta bermoral.
Ketua Umum PP HIMMAH RI Abdul Razak Nasution secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan Rakerwil bukan sekadar agenda rutin. Forum ini, katanya, menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan langkah strategis organisasi.
"HIMMAH harus terus menjaga tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi, serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Kader harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Abdul Razak.
Ia mendorong seluruh kader HIMMAH Sumatera Utara menjaga tradisi intelektual dan memperkuat kaderisasi. Forum Rakerwil diharapkan melahirkan gagasan konstruktif serta program kerja yang bermanfaat bagi organisasi, umat, bangsa, dan daerah.
Dalam sambutannya, Imransyah Pasai menegaskan Rakerwil menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh jajaran dan kader. Ia berharap peserta berpartisipasi aktif dengan mengedepankan musyawarah dan semangat kebersamaan.
"Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, menyusun program kerja, dan memperkuat konsolidasi seluruh kader," ucapnya.
Rangkaian Rakerwil berlangsung tiga hari di Mess Pora-Pora Pemprovsu, Prapat. Forum ini diharapkan menghasilkan program kerja dan rekomendasi organisasi yang memperkuat konsolidasi serta kontribusi HIMMAH Sumatera Utara di tengah masyarakat.