Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung, ASPIMTEL Soroti Kolaborasi Industri Digital

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Minggu, 27 September 2026 | 17:33:01 WIB
Ketua Umum ASPIMTEL Theodorus Ardi Hartoko menghadiri peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung.

SUMATERA UTARA — ASPIMTEL menilai peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, sebagai bukti kuatnya kolaborasi pemangku kepentingan sektor pos dan telekomunikasi. Enam rangkaian acara tahun ini terselenggara tanpa hambatan berkat dukungan pemerintah, pelaku industri, hingga para perintis teknologi nasional. Momentum ini menegaskan posisi sektor digital sebagai tulang punggung konektivitas Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Penyedia Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL), Theodorus Ardi Hartoko, hadir mewakili pelaku industri dan membuka sambutannya dengan menyoroti eratnya kerja sama antar-pemangku kepentingan. Ia menyebut dukungan lintas sektor jadi kunci kelancaran seluruh agenda peringatan tahun ini.

Enam Rangkaian Acara Berjalan Lancar

Theodorus menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 berjalan sukses. Menurutnya, capaian itu lahir dari kerja kolektif banyak pihak, bukan usaha satu institusi saja.

"Enam rangkaian acara sudah terselenggara dengan baik. Ini wujud kolaborasi yang sangat luar biasa dari seluruh stakeholder yang ada di industri digital," ujar Theodorus.

Ia menempatkan kolaborasi tersebut sebagai modal penting bagi industri telekomunikasi yang tengah menghadapi tekanan investasi infrastruktur, terutama jaringan 5G dan perluasan konektivitas di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Apresiasi untuk Pemerintah dan Sesepuh Telko

Dalam sambutan yang sama, Theodorus memberi penghormatan kepada pihak yang dinilai konsisten mengawal kemajuan industri telekomunikasi Indonesia. Ia menyebut pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta para perintis teknologi nasional sebagai pihak yang berjasa.

"Sekali lagi terima kasih Bapak, Ibu, Komdigi, dan para sesepuh Telko yang hadir mewakili sebagian besar sesepuh-sesepuh Postel yang ada di Indonesia, dan juga rekan-rekan semuanya yang ada di sini," ungkapnya menutup sambutan.

Kehadiran para sesepuh industri dinilai penting bukan sekadar seremoni. Transfer pengetahuan dari generasi perintis ke pelaku saat ini menjadi salah satu cara menjaga kesinambungan kebijakan dan standar teknis di sektor pos dan telekomunikasi.

Sejarah 27 September 1945

Hari Bhakti Postel menandai peristiwa pengambilalihan kendali infrastruktur komunikasi dari tangan penjajah pada 27 September 1945. Saat itu, para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda PTT (Post, Telegraph, dan Telephone) merebut Kantor Pusat Jawatan PTT di Bandung dari militer pendudukan Jepang.

Peristiwa tersebut menjadikan Bandung sebagai titik nol kedaulatan infrastruktur komunikasi Indonesia. Lokasi peringatan tahun ini di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, merujuk langsung pada jejak sejarah itu.

Arti bagi Industri Digital Hari Ini

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, pesan kolaborasi yang diangkat ASPIMTEL menyentuh persoalan praktis: percepatan perizinan menara, pembagian spektrum, dan kepastian regulasi. Ketiganya menentukan biaya ekspansi jaringan yang pada akhirnya memengaruhi kualitas layanan ke pengguna.

Sektor pos dan telekomunikasi sendiri kini bersinggungan langsung dengan ekonomi digital. Layanan logistik, pembayaran digital, hingga konektivitas data bergantung pada infrastruktur yang dibangun bersama oleh operator, penyedia menara, dan regulator.

Rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung menutup agenda tahun ini. Perhatian berikutnya mengarah pada bagaimana semangat kolaborasi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan investasi nyata di sektor digital Indonesia.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top