MEDAN — Tren positif PSMS Medan berlanjut setelah membungkam Adhyaksa FC Bekasi di depan pendukung sendiri. Kemenangan 1-0 itu melengkapi raihan tujuh poin dari tiga pertandingan awal, hasil dari imbang 2-2 melawan Sumsel United dan kemenangan telak 6-0 atas Persiku Kudus.
Selisih dua poin dengan Persikad Depok menjadi catatan tersendiri bagi tim asuhan Eko Purdjianto. Persikad menyapu bersih tiga laga awal, sementara PSMS baru sekali kehilangan poin saat bermain di kandang Sumsel United.
Bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, PSMS kesulitan membongkar pertahanan rapat Adhyaksa pada babak pertama. Javier Siverio akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-59 dan bertahan hingga peluit panjang.
Striker asal Spanyol itu kini mengoleksi lima gol dan selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir PSMS. Eko menyebut inisiatif Javier sebagai pembeda dalam laga yang berjalan ketat.
"Alhamdulillah Javier punya inisiatif bisa cetak gol lagi dan bisa mempersembahkan kemenangan ini untuk suporter. Kita patut syukuri. Terima kasih buat pemain semua," ucap Eko.
Eko mengakui timnya kurang sabar menghadapi strategi low block yang diterapkan Adhyaksa, terutama di babak pertama. Instruksi di ruang ganti mengubah tempo permainan PSMS setelah jeda.
"Babak pertama lawan low block, kita kurang sabar dan belum beruntung. Instruksi di babak kedua, pemain harus lebih sabar. Ada beberapa pemain kita yang masuk dan memberikan pengaruh kepada tim," ujarnya.
Pelatih itu juga menyoroti kerja keras pemain sepanjang laga. Menurutnya, kemenangan tipis di kandang lawan tetap bernilai penting untuk menjaga posisi di papan atas.
"Yang pertama kita syukuri kerja keras dan perjuangan pemain dari awal sampai pertandingan berakhir. Kita syukuri 1-0," kata Eko.
Eko tidak menyembunyikan target besar musim ini. Ia menegaskan PSMS membidik promosi ke Liga 1 sekaligus gelar juara Indonesia Championship.
"Kita mau Liga 1 dan juara," tegas Eko.
Di sisi lain, Javier mengaku nyaman menjalani awal musim di Medan. Sambutan yang diterimanya sejak tiba membuat proses adaptasi berjalan lancar.
"Sejak saya tiba di sini, mereka memperlakukan saya dengan sangat baik. Kami merasa nyaman. Kami menikmati awal musim ini. Kami sudah melakukan pekerjaan yang bagus dan kami akan terus memberikan yang terbaik," ujar Javier.
Javier mengungkapkan komunikasi soal proyek PSMS menjadi faktor utama keputusannya menerima tawaran. Ia melihat arah yang ingin dibangun manajemen dan ingin menjadi bagian dari proses itu.
"Saya mendapat panggilan dari sini. Mereka menjelaskan proyek kepada saya. Saya melihat apa yang ingin mereka bangun dan saya ingin menjadi bagian dari proyek tersebut. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik sejak awal musim," katanya.
PSMS akan kembali bermain di kandang menghadapi Persikad Depok pada Sabtu (3/10/2026). Laga itu menjadi pembuktian langsung bagi tim Eko untuk memangkas jarak dua poin dari pemuncak klasemen.
Javier menegaskan timnya harus kuat di kandang dan meraih poin maksimal. Ia juga meminta rekan-rekannya tetap fokus karena perjalanan musim masih panjang.
"Kami akan bermain di kandang. Kami harus kuat di kandang dan harus mampu meraih poin di sana. Saya pikir jika kami bermain seperti yang seharusnya, kami akan melakukan apa yang harus dilakukan. Kami harus berhati-hati dan tidak membuat kesalahan," katanya.
"Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Kami harus terus bekerja keras, bermain dengan baik dan mendapatkan poin sebanyak mungkin. Kami tahu perjalanan masih panjang, jadi kami harus tetap fokus," tegasnya.