SUMATERA UTARA — Volkswagen menarik kembali 2,86 juta kendaraan di seluruh dunia, termasuk Audi Q3, akibat potensi korosi pada sekrup sistem kemudi yang bisa memicu hilangnya kendali. Otoritas Transportasi Kendaraan Bermotor Federal Jerman (KBA) mencatat masalah ini masih berstatus dalam penyelidikan. Perbaikan diklaim hanya butuh waktu satu jam dan tidak dipungut biaya bagi pemilik kendaraan terdampak.
Penarikan kembali mencakup hampir 2,16 juta unit Volkswagen dan lebih dari 696.000 unit Audi yang tersebar di berbagai negara. Di Jerman saja, sekitar 900.000 kendaraan VW dan 58.555 unit Audi berpotensi masuk daftar perbaikan. Audi menyatakan langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan setelah pemeriksaan internal menemukan indikasi korosi pada komponen kemudi.
Menurut KBA, sekrup pengikat sistem kemudi dapat patah jika terpapar korosi dalam jangka panjang. Garam jalan dan kondisi lingkungan disebut mempercepat proses korosi pada baut penghubung kemudi. Dalam skenario terburuk, kerusakan ini bisa menghilangkan fungsi kemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Penilaian akhir atas masalah ini masih menunggu hasil penyelidikan otoritas. Status di situs KBA saat ini tercatat sebagai "dalam penyelidikan", yang berarti belum ada kesimpulan resmi soal tingkat bahaya maupun cakupan penuh penarikan.
Model yang masuk daftar recall mencakup beberapa lini produksi Volkswagen dan satu model Audi. Rentang produksinya berbeda antara kedua merek, sehingga pemilik perlu mencocokkan tahun pembuatan kendaraan masing-masing.
Audi menyebut proses perbaikan komponen kemudi memakan waktu hingga satu jam per kendaraan. Seluruh biaya perbaikan ditanggung pabrikan, tanpa pungutan ke pelanggan. Pemilik yang menduga mobilnya terdampak bisa menghubungi bengkel resmi dengan menyertakan nomor identifikasi kendaraan (VIN).
Langkah ini menjadi prosedur standar dalam penarikan kembali skala besar, di mana verifikasi VIN dipakai untuk memastikan unit benar-benar masuk cakupan recall. Pemilik disarankan tidak menunda pemeriksaan jika menemukan gejala kemudi terasa berat atau tidak responsif.
Hingga pengumuman ini, belum ada keterangan resmi soal apakah unit Volkswagen dan Audi yang dijual di Indonesia termasuk dalam cakupan recall global. Pemilik kendaraan merek tersebut di dalam negeri bisa memantau informasi lanjutan melalui diler resmi masing-masing.
Recall ini menambah daftar panjang penarikan kendaraan skala global yang dipicu komponen kecil namun berdampak langsung ke keselamatan berkendara. Bagi konsumen, respons cepat pabrikan dalam menyediakan perbaikan gratis menjadi indikator penting soal komitmen purna jual.