SAPMA Pemuda Pancasila Sumut Dilantik, M. Firman Shah Pimpin Periode 2026–2030

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:31:01 WIB
Pelantikan kepengurusan SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Utara di Medan, Rabu (30/9/2026) malam.

MEDAN — Kepengurusan baru SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Utara dilantik di Medan, Rabu (30/9/2026) malam. Aulia Arif memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut. M. Firman Shah dipercaya mengisi kursi ketua untuk periode 2026–2030.

Pelantikan menandai mulai berjalannya roda organisasi kepengurusan baru. Agenda utamanya memperkuat peran pemuda, pelajar, dan mahasiswa di berbagai bidang di Sumatera Utara. Rangkaian acara berlanjut ke Renungan Suci di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Aulia Arif Minta SAPMA PP Sumut Aktif di Bidang Pendidikan dan Sosial

Dalam sambutannya, Aulia Arif menekankan pentingnya organisasi yang solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia meminta kepengurusan baru menghadirkan program yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.

"Kepengurusan yang baru dilantik harus mampu membangun organisasi yang solid, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta aktif menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Aulia.

Ia juga meminta SAPMA PP Sumut menjadikan bidang pendidikan, kepemudaan, sosial, dan kebangsaan sebagai ruang pengabdian kader.

"SAPMA PP Sumut beserta jajaran harus menjadikan dunia pendidikan, kepemudaan, sosial dan kebangsaan sebagai ruang pengabdian, sehingga keberadaan organisasi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta tetap menjunjung tinggi ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan organisasi," katanya.

Firman Shah Arahkan SAPMA PP Sumut Jadi Wadah Pengembangan Potensi Pemuda

Usai dilantik, M. Firman Shah menyampaikan komitmennya menjalankan amanah organisasi dengan melibatkan seluruh unsur kepengurusan dan kader. Menurut Firman, SAPMA PP Sumut akan diarahkan sebagai wadah pengembangan potensi pemuda, pelajar, dan mahasiswa.

"SAPMA PP Sumut akan diarahkan menjadi wadah bagi pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan yang positif," kata Firman.

Kepengurusan periode 2026–2030 mendorong sejumlah program di bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, pengembangan kepemudaan, serta kegiatan yang memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan di kalangan generasi muda.

Renungan Suci G30S 1965 di Kampung Kolam, Dandim 0201/Medan Jadi Inspektur Upacara

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan malam Renungan Suci untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September 1965. Kegiatan berlangsung di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, dipimpin Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., atau yang akrab disapa Ijeck.

Dandim 0201/Medan Kolonel Inf. Fernando Batubara, S.Sos., M.Han., bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Pangdam I/Bukit Barisan. Dalam narasi resmi kegiatan, peristiwa Gerakan 30 September 1965 disebut sebagai pemberontakan G30S/PKI.

Ketua panitia H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., menyebut rangkaian pelantikan dan Renungan Suci sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan.

"Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat semangat kebangsaan dan meneguhkan peran generasi muda dalam menjaga persatuan serta nilai-nilai Pancasila," ujar Sugiat.

200 Keluarga Terima Bantuan Sembako dan Bahan Kesehatan

Selain refleksi sejarah, panitia menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan bahan kesehatan kepada 200 keluarga. Penerimanya terdiri atas kader Pemuda Pancasila dan masyarakat di sekitar Kampung Kolam.

Sugiat menegaskan seluruh rangkaian kegiatan merupakan bentuk partisipasi kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara. Kegiatan dilaksanakan secara swadaya tanpa menyebarkan proposal maupun menerima bantuan dari pihak luar.

Dalam sambutannya, Musa Rajekshah menekankan pentingnya menjaga ideologi negara dan menjadikan sejarah sebagai pembelajaran bagi generasi muda.

"Untuk menjaga ideologi negara kita dan semoga suasana ini tidak terulang kembali. Kita ingin juga generasi-generasi muda kita mengingat sejarah dan untuk menjaga kebersamaan, kesatuan ini. Karena untuk menjadikan negara ini seperti ini juga tidak mudah, banyak pengorbanan, haruslah sama-sama kita menjaganya," ujar Ijeck.

Ia mengajak seluruh jajaran Pemuda Pancasila memperbanyak kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Ya, saya minta jajaran Pemuda Pancasila seluruhnya untuk berkegiatan sosial di masyarakat, berkegiatan positif di masyarakat, dan juga bermanfaat yang baik untuk masyarakat," katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi tabur bunga di Tugu Ampera atau Tugu Pancasila. Prosesi menjadi bagian dari refleksi sejarah dan penghormatan terhadap para korban yang dalam narasi kegiatan disebut berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kapolda Sumatera Utara, perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: tempotimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top