7 Destinasi Street Food Indonesia yang Ramah Kantong

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:33:31 WIB
Pedagang kaki lima melayani pembeli di kawasan kuliner malam Jalan Sabang, Jakarta.

SUMATERA UTARA — Berburu kuliner malam tak harus menguras dompet. Sejumlah kawasan di Indonesia menyajikan jajanan kaki lima dengan rasa otentik dan harga bersahabat, mulai dari gang kota besar hingga pasar malam pesisir. Berikut destinasi yang layak masuk daftar kunjungan berikutnya.

Indonesia punya tradisi kuliner malam yang kuat, dan hampir setiap daerah menyimpan kawasan jajanan khasnya sendiri. Beberapa lokasi bahkan sudah bertahan puluhan tahun dengan pelanggan setia. Berikut tujuh destinasi street food yang bisa jadi target nongkrong hemat.

1. Jalan Sabang dan Kebon Sirih, Jakarta

Dua kawasan ini jadi magnet kuliner malam di ibu kota. Salah satu ikonnya adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang sudah berjualan sejak 1958. Pilihan lain di sekitar sini termasuk Sate Taichan Senayan dan Gultik Blok M di sepanjang Jalan Mahakam. Untuk camilan khas Betawi, Kerak Telor di kawasan Kota Tua bisa jadi selingan.

2. Lengkong Street Food dan Dipatiukur, Bandung

Bandung menawarkan kudapan khas Sunda yang tersebar di beberapa titik, mulai dari Lengkong Street Food, Dipatiukur, hingga Cibadak Culinary Night. Beberapa nama legendaris yang bisa dicoba antara lain Batagor Kingsley, seblak pedas, dan Surabi Enhaii. Suasana malam di kawasan ini cocok untuk nongkrong santai bareng teman.

3. Malioboro dan Stasiun Tugu, Yogyakarta

Yogyakarta memanjakan lidah wisatawan lewat angkringan dan warung kaki lima di sekitar Malioboro serta Stasiun Tugu. Angkringan Kopi Jos Lik Man jadi salah satu yang paling dikenal. Ada pula Gudeg Bu Tekluk, Nasi Goreng Sapi Padmanaba, dan Sate Kere Pasar Beringharjo. Harga menu di kawasan ini umumnya ramah di kantong.

4. Kawasan Kuliner Malam Surabaya

Surabaya punya ciri khas kuliner berkaldu pekat dengan bumbu petis. Beberapa warung yang selalu ramai antara lain Sate Klopo Ondomohen Bu Asik, Lontong Balap Pak Gendut, dan Rawon Setan. Rujak Cingur Ahmad Jaiz juga jadi langganan pengunjung yang mencari cita rasa khas Jawa Timur.

5. Galabo dan Klewer, Solo

Galabo (Gladag Langen Bogan) di Jalan Mayor Sunaryo buka khusus pada malam hari. Kawasan ini berdampingan dengan penjual Tengkleng Klewer dan Nasi Liwet Wongso Lemu. Kombinasi lokasi dan menu membuat Solo jadi salah satu kota yang wajib disinggahi pemburu street food.

6. Pantai Losari dan Pasar Cidu, Makassar

Di Makassar, pengunjung bisa menyantap pisang epe dan sarabba sambil menikmati pemandangan laut di Pantai Losari. Untuk jajanan murah, Pasar Cidu dan Pasar Segar Panakkukang jadi pilihan. Dua pasar itu menawarkan beragam camilan lokal dengan harga bersaing.

7. Pasar Malam Bali dan Kawasan Luar Jawa Lainnya

Bali punya Pasar Malam Gianyar dengan hidangan babi guling, Pasar Kreneng Denpasar dengan nasi jingo, serta Pasar Sindu Sanur yang jadi favorit wisatawan lokal dan asing. Di luar itu, ada Pasar Semawis di Semarang, Bakso President di Malang, dan kawasan Akau Potong Lembu di Tanjungpinang. Semuanya menawarkan pengalaman kuliner malam yang khas daerah masing-masing.

Dari gang kota besar sampai pasar malam pesisir, pilihan street food Indonesia memang luas dan terjangkau. Tentukan satu kawasan, datang saat malam, dan biarkan bumbu lokal bicara sendiri.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top