Bahlil Jadi Menko Hilirisasi, Geo Dipa Harap Transisi Energi Lebih Menguntungkan

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 15:17:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Kepresidenan Jakarta.

SUMATERA UTARA — PT Geo Dipa Energi (Persero) menilai pengangkatan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi membuka peluang baru bagi percepatan transisi energi di Tanah Air. Direktur Utama Geo Dipa Yudistian Yunis menyebut perubahan nomenklatur kementerian itu sebagai momentum memperkuat ekosistem ekonomi hijau. Harapannya, program energi terbarukan tak lagi sekadar mengejar target net zero emission, tetapi juga mendatangkan nilai ekonomi nyata.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menilai arah kebijakan transisi energi Indonesia perlu segera digeser. Menurutnya, energi terbarukan semestinya diposisikan sebagai kekuatan ekonomi baru, bukan hanya kewajiban memenuhi target pengurangan emisi karbon. Pandangan itu disampaikan Yudistian menanggapi pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam jabatan barunya, Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pelantikan berlangsung bersamaan dengan pengambilan sumpah sejumlah menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi negara lain.

Harapan Baru dari Perubahan Nomenklatur

Yudistian menyebut nomenklatur kementerian yang dipimpin Bahlil memberi sinyal positif bagi industri energi bersih. Ia berharap pemerintah mengubah cara pandang terhadap program transisi energi, dari sekadar target lingkungan menjadi motor pertumbuhan.

"Soal nomenklatur Pak Bahlil yang baru, terasa seperti ada harapan baru terkait dengan transisi energi," ujar Yudistian kepada Liputan6.com, Jumat (2/10/2026).

Ia menambahkan, inisiatif transisi energi semestinya tidak berhenti pada pencapaian net zero emission. Ada peluang lebih besar untuk memonetisasi energi bersih sebagai fondasi ekosistem ekonomi hijau.

"Harapannya, inisiatif transisi energi tidak hanya dipandang sebagai target pencapaian net zero emission, tetapi juga menjadi peluang untuk memonetisasinya sebagai kekuatan dalam membangun ekosistem ekonomi hijau," tegasnya.

Listrik Hijau dan Daya Saing Industri

Geo Dipa menilai pengembangan energi terbarukan perlu terintegrasi langsung dengan kebutuhan sektor industri. Pasokan listrik hijau yang stabil dinilai bakal meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Pendekatan itu, lanjut Yudistian, bakal memperluas manfaat transisi energi. Dari yang semula sekadar pemenuhan target pengurangan emisi karbon, menjadi pendorong utama investasi, ekspansi industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan serta sinkronisasi koordinasi di level pemerintah. Tujuannya, tercipta ekosistem yang mampu menyambungkan pengembangan energi bersih dengan kebutuhan industri hijau secara berkelanjutan.

Bahlil Rangkap Dua Jabatan

Pelantikan Bahlil menjadi pejabat pertama yang menandatangani dokumen penunjukannya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM. Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara membacakan petikan keputusan presiden sebelum prosesi sumpah dimulai.

"Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara saat membacakan petikan keputusan presiden sebelum pelantikan.

Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo. Ia lebih dulu memastikan kesiapan para pejabat yang dilantik.

"Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?" tanya Prabowo.

"Bersedia," jawab para pejabat secara serentak, yang disambut dengan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Kepala Negara.

Bagi Geo Dipa, rangkap jabatan Bahlil di dua posisi strategis itu dinilai bisa mempercepat sinkronisasi kebijakan hilirisasi dan transisi energi. Selama ini, koordinasi lintas kementerian kerap menjadi hambatan dalam mengeksekusi proyek energi terbarukan. Dengan satu orang memimpin dua portofolio sekaligus, alur kebijakan diharapkan lebih ringkas dan konsisten.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top