BUVA Right Issue Rp 1,53 Triliun, Pemegang Saham Lama Terancam Dilusi 20%

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:02:01 WIB
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menawarkan 6,15 miliar saham baru melalui right issue dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham.

SUMATERA UTARA — PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menawarkan 6,15 miliar saham baru melalui right issue dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham, berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 1,53 triliun. Pemegang saham yang tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal 20%. Aksi korporasi ini melibatkan empat pembeli siaga, termasuk pemilik manfaat akhir Happy Hapsoro.

Emiten properti dan perhotelan milik pengusaha Happy Hapsoro itu menetapkan rasio 4:1, artinya setiap pemegang empat saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 15 Oktober 2026 berhak atas satu HMETD. Nominal per saham ditetapkan Rp 50, sementara harga pelaksanaan Rp 250 per saham.

Seluruh saham baru yang ditawarkan merupakan saham biasa atas nama yang dikeluarkan dari portepel perseroan. Haknya sama dan sederajat dengan saham yang telah disetor penuh, termasuk hak suara dalam rapat umum pemegang saham, hak atas dividen, saham bonus, dan HMETD.

Komitmen Pemegang Saham Pengendali

PT Nusantara Utama Investama (NUI) dan PT Tata Tirta Datun (TTD) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan right issue. NUI saat ini menggenggam 61,07% saham BUVA atau sekitar 15,03 miliar saham, sehingga berhak memperoleh sekitar 3,75 miliar HMETD.

Dari jumlah tersebut, NUI akan melaksanakan 3,47 miliar HMETD, sedangkan sekitar 284 juta HMETD dialihkan kepada TTD. Happy Hapsoro selaku ultimate beneficiary owner menyatakan siap menjadi pembeli siaga jika masih terdapat sisa saham yang tidak terserap.

Empat Pembeli Siaga dengan Komitmen Berbeda

BUVA menyiapkan empat pembeli siaga untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD. Masing-masing memiliki batas komitmen pembelian yang berbeda:

  • Happy Hapsoro: maksimal 389,04 juta saham senilai Rp 97,26 miliar
  • Ferry Sudjono: maksimal 1,31 miliar saham senilai Rp 327,80 miliar
  • TTD: maksimal 1,61 juta saham senilai Rp 401,59 juta
  • PT Henan Putihrai Sekuritas: maksimal 400 juta saham senilai Rp 100 miliar

Jika seluruh saham baru tidak terserap, sisa saham terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang HMETD yang melakukan pemesanan tambahan secara proporsional. Apabila masih ada sisa setelah proses itu, barulah pembeli siaga menyerapnya sesuai komitmen masing-masing.

Alokasi Dana: Ekspansi Properti hingga Bayar Utang

Dana hasil right issue akan dialokasikan ke sejumlah kebutuhan, mulai dari ekspansi bisnis properti, renovasi hotel, pembangunan kawasan wisata, hingga pelunasan utang. Sebesar Rp 426,34 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai (BBP).

Dana tersebut selanjutnya digunakan BBP untuk mengambil alih saham PT Royal Uluwatu Residence (RUR) senilai Rp 199,26 miliar serta penyertaan modal di RUR sebesar Rp 227,08 miliar. RUR akan memakai dana itu untuk pengembangan lahan dan belanja modal konstruksi, termasuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang kawasan Uluwatu, Bali, melalui proyek West Resort.

BUVA juga mengalokasikan Rp 417,8 miliar untuk mempercepat pembayaran seluruh pokok utang berdasarkan perjanjian pembiayaan dengan Bank Mandiri. Langkah ini mengurangi beban bunga perseroan ke depan.

Renovasi Hotel dan Proyek Wisata Baru

Sebanyak Rp 150 miliar disiapkan untuk renovasi menyeluruh Hotel Alila Ubud, mencakup pembaruan interior, eksterior, dan peningkatan fasilitas penunjang. Alokasi serupa sebesar Rp 150 miliar digunakan untuk penyertaan modal tambahan di PT Bukit Lagoi Villa (BLV).

Dana di BLV akan dipakai untuk belanja modal pembangunan dan pengembangan infrastruktur di kawasan wisata terpadu Lagoi, Bintan, melalui proyek Bintan Land. Terakhir, Rp 390,34 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal tambahan di PT Bukit Permai Properti (BKPP) guna membangun infrastruktur proyek Uluwatu Estate.

Pembangunan Uluwatu Estate mencakup jalan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga, dan sarana penunjang lainnya. Bagi investor, right issue ini menawarkan peluang menambah kepemilikan di harga Rp 250 per saham, tetapi ketidakikutsertaan berarti menerima dilusi hingga 20%.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top