SUMATERA UTARA — Serial animasi "Miraculous: Tales of Ladybug & Cat Noir" akan diadaptasi menjadi serial live-action untuk pertama kalinya. See-Saw Films, rumah produksi di balik "Slow Horses" dan "Heartstopper", menggandeng Miraculous Corp untuk menggarap proyek yang diproduksi bersama dua perusahaan Mediawan itu. Penulis Emme Hoy dipercaya menulis naskah adaptasi ini.
Serial live-action "Miraculous" dirancang menjangkau audiens yang lebih luas dan lebih dewasa, tanpa meninggalkan basis penggemar setia yang sudah terbentuk lebih dari satu dekade. Menurut para produser, format baru ini dibangun agar penonton lama tetap merasa terhubung sekaligus membuka pintu bagi pendatang baru.
Emme Hoy ditunjuk sebagai penulis adaptasi. Ia sebelumnya menjabat penulis dan co-executive producer musim kedua serial thriller "Sweetpea" untuk Sky dan Starz, serta menulis beberapa episode serial mata-mata BBC yang akan datang, "Honey".
See-Saw Films dikenal lewat deretan produksi pemenang Oscar dan Emmy. Selain "Slow Horses" yang musim keenamnya tayang di Apple TV, mereka menggarap "Heartstopper". Proyek live-action "Miraculous" ini diproduksi bersama Miraculous Corp, perusahaan patungan yang dibentuk pada 2024 antara Mediawan dan Zag Entertainment milik Jeremy Zag.
Maria Nicholson, executive producer See-Saw Films, menyebut cerita "Miraculous" selalu berbicara soal jarak antara siapa diri kita dan apa yang kita tunjukkan ke orang lain. "Live action memberi kami ruang untuk benar-benar merasakan itu, membiarkannya bernapas, membiarkannya terasa sakit," ujarnya. "Kami ingin membangun sesuatu dengan keintiman emosional sebuah kisah cinta besar dan skala cerita superhero yang sungguh epik. Saya rasa penonton akan jatuh cinta pada karakter-karakter ini sekali lagi."
Heath Kenny, Chief Content Officer Miraculous Corp, menyebut langkah ini sebagai fase penting bagi waralaba tersebut. "Untuk pertama kalinya, kami membawa kisah Marinette dan Adrien ke live action, dalam format baru yang berani, dirancang untuk jutaan penggemar yang tumbuh besar bersama mereka sekaligus penonton yang baru mengenal dunia luar biasa ini," katanya.
Diciptakan Thomas Astruc, Jeremy Zag, dan Nathanaël Bronn, "Miraculous: Tales of Ladybug & Cat Noir" pertama tayang di televisi Prancis pada 2015. Ceritanya mengikuti Marinette, siswi pekerja keras yang baik hati namun yakin harus sempurna agar dicintai, dan Adrien yang menawan tetapi tak pernah diberi kebebasan memilih hidupnya sendiri. Di siang hari mereka teman sekelas, di malam hari mereka bertarung sebagai Ladybug dan Cat Noir — tanpa tahu bahwa mereka adalah dua orang yang sama.
Serial ini didistribusikan Mediawan Kids & Family ke lebih dari 150 negara dan tersedia di Disney Channel, Disney+, Netflix, Globo, hingga TF1. Musim keenamnya saat ini tayang dan baru saja menempati peringkat pertama di antara lebih dari 850 judul usia sekolah yang dilacak Parrot Analytics di seluruh dunia. Musim ketujuh dijadwalkan rilis akhir 2026.
Jejak digital waralaba ini juga besar: 54 juta pelanggan YouTube, lebih dari 55 miliar penayangan seumur hidup, dan rata-rata 900 juta penayangan per bulan. Selain film spin-off pada 2023, sudah ada pertunjukan panggung musikal dan adaptasi manga. Awal tahun ini diumumkan pula pertunjukan panggung live baru yang dijadwalkan menggelar tur dunia pada 2027.
Serial live-action ini diproduseri eksekutif oleh Maria Nicholson, Iain Canning, Emile Sherman, Simon Gillis, dan Ben Irving untuk See-Saw Films, bersama Hoy. Nicky Earnshaw dari See-Saw bertugas sebagai co-producer, sementara penjualan global ditangani Mediawan Rights.
Elisabeth d'Arvieu, Group Chief Content Officer Mediawan sekaligus CEO Mediawan Pictures, menyebut proyek ini menunjukkan kekuatan model studio internasional Mediawan dalam menyatukan talenta kreatif, keahlian produksi, dan ambisi bersama di balik salah satu waralaba animasi paling populer di dunia.
Bagi industri animasi global, langkah ini menandai pola yang makin umum: waralaba animasi sukses tidak lagi berhenti di layar kecil, tetapi diperluas ke format live-action demi menjangkau penonton yang lebih dewasa dan pasar yang lebih luas.