Ekonomi Sumut Triwulan III-2026 Tumbuh 4,86 Persen, PDRB Capai Rp352,04 Triliun

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Jumat, 06 November 2026 | 10:01:02 WIB
Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra memaparkan data pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III-2026.

MEDAN — Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menyampaikan capaian tersebut dalam pemaparan data triwulan III-2026. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp176,34 triliun, menjadi dasar penghitungan laju pertumbuhan 4,86 persen secara tahunan.

Angka itu menempatkan Sumut sebagai salah satu penyumbang utama perekonomian Pulau Sumatera. Kontribusi Sumut mencapai 23,50 persen, sedikit di atas Riau yang menyumbang 23,43 persen dan Sumatera Selatan 13,77 persen.

Apa Saja Sektor yang Menopang Pertumbuhan Ekonomi Sumut?

Asim menyebut sejumlah lapangan usaha utama mencatat pertumbuhan positif pada triwulan III-2026. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 2,04 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2,52 persen, Industri Pengolahan 3,55 persen, dan Konstruksi 4,08 persen.

Pada periode kuartalan, Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 4,34 persen dibanding triwulan II-2026. "Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III-2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp352,04 triliun. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp176,34 triliun," ujar Asim Saputra, Kamis (5/11).

Pertanian Masih Dominasi Struktur Ekonomi dengan Kontribusi 24,45 Persen

Struktur perekonomian Sumut masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan peranan 24,45 persen. Perdagangan besar dan eceran menyumbang 20,15 persen, industri pengolahan 18,42 persen, dan konstruksi 12,63 persen.

Keempat lapangan usaha itu secara keseluruhan memberi peranan 75,65 persen terhadap perekonomian Sumatera Utara. "Keempat lapangan usaha tersebut secara keseluruhan memberikan peranan sebesar 75,65 persen terhadap perekonomian Sumatera Utara," ujarnya.

Akomodasi dan Makan Minum Tumbuh Paling Tinggi, Capai 20,18 Persen

Secara tahunan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 20,18 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Perdagangan besar dan eceran tumbuh 8,85 persen, konstruksi 6,93 persen, industri pengolahan 2,27 persen, dan pertanian 1,25 persen.

Hingga triwulan III-2026 secara kumulatif, ekonomi Sumut tumbuh 4,97 persen. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum kembali mencatat pertumbuhan tertinggi pada periode kumulatif dengan 18,74 persen.

Dari Sisi Pengeluaran, Ekspor dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang

Pertumbuhan kuartalan 1,92 persen didorong kenaikan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 4,34 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,23 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 0,71 persen.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur PDRB menurut pengeluaran dengan peranan 50,04 persen. Ekspor Barang dan Jasa menyumbang 42,91 persen, disusul PMTB 27,66 persen.

Secara year-on-year, seluruh komponen pengeluaran tumbuh. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi 16,96 persen, diikuti Ekspor Barang dan Jasa 5,77 persen, Konsumsi Rumah Tangga 5,04 persen, dan PMTB 4,98 persen.

Kepri Tumbuh Paling Cepat di Sumatera, Sumut di Bawah Sumsel dan Lampung

Di lingkup Pulau Sumatera, pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan terjadi di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 7,52 persen. Sumatera Selatan menyusul dengan 5,06 persen dan Lampung 5,02 persen, sementara Sumut berada di angka 4,86 persen.

Capaian Sumut tetap menjadi yang terbesar dari sisi kontribusi regional. Posisi 23,50 persen menegaskan peran provinsi ini sebagai salah satu motor ekonomi di luar Jawa bagian barat.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top