Pencarian

Rupiah Menguat ke Rp17.859 per Dolar AS, Terangkat Harapan Suku Bunga AS Lebih Longgar

Senin, 29 Juni 2026 • 10:36:31 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.859 per Dolar AS, Terangkat Harapan Suku Bunga AS Lebih Longgar
Rupiah menguat ke level Rp17.859 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin pagi.

SUMATERA UTARA — Dari level penutupan akhir pekan lalu di Rp17.922 per dolar AS, rupiah langsung melesat sejak bel pembukaan perdagangan Senin pagi. Data yang dihimpun ANTARA menunjukkan mata uang Garuda berhasil merebut kembali level psikologis Rp17.800-an, memberikan sedikit ruang napas bagi importir yang selama sepekan terakhir harus merogoh kocek lebih dalam.

Apa yang Mendorong Rupiah Bangkit?

Sentimen positif datang dari luar negeri. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan tanda-tanda perlambatan, memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang.

Imbal hasil obligasi Treasury AS yang turun, membuat aset berbasis dolar menjadi kurang atraktif. Alhasil, aliran modal mulai merayap kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dolar Melemah di Pasar Asia

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau tertekan pada perdagangan pagi ini. Pelemahan dolar ini menjadi angin segar bagi hampir seluruh mata uang Asia, dengan rupiah mencatatkan apresiasi paling signifikan di kawasan.

Namun, para pelaku pasar tetap waspada. Level Rp17.800 masih menjadi resistance terdekat yang harus ditembus rupiah jika ingin melanjutkan penguatan. Sepanjang pekan lalu, rupiah sempat menyentuh titik terlemahnya dalam beberapa bulan terakhir akibat dominasi dolar yang agresif.

Dampak Bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor pasar modal, penguatan rupiah pagi ini menjadi katalis positif. Sektor-sektor yang sensitif terhadap nilai tukar, seperti properti dan konsumer, berpotensi mencuri perhatian. Sementara itu, bagi perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS, pergerakan ini sedikit meredakan beban biaya bunga.

Di sisi lain, eksportir mungkin harus sedikit mengatur ulang ekspektasi. Setiap penguatan rupiah berarti pendapatan mereka dalam dolar AS akan berkurang nilainya saat dikonversi ke rupiah.

Pergerakan rupiah ke depan masih akan sangat bergantung pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Jika data menunjukkan tren penurunan, tekanan terhadap rupiah bisa semakin berkurang.

Bagikan
Sumber: mataram.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks