NIAS SELATAN — Personel gabungan dari YTP 905/Tuan Syah, Yonzipur 1/DD, Koramil 12/Teluk Dalam, dan warga setempat bergotong royong mengerjakan pondasi abutmen serta perakitan besi konstruksi utama jembatan. Hingga hari ini, progres pembangunan mencapai 8 persen.
Jembatan Kayu Sudah Tak Layak, Warga Khawatir Setiap Melintas
Jembatan lama berbahan kayu dikeluhkan warga karena kondisinya semakin menua dan tidak lagi aman. Setiap kali hujan deras, pengguna jalan harus ekstra hati-hati—terutama pelajar yang setiap hari melewati jalur ini menuju sekolah.
Padahal, akses tersebut merupakan urat nadi mobilitas harian. Petani mengandalkannya untuk membawa hasil pertanian ke pasar, sementara warga lain mengangkut kebutuhan pokok dari luar desa.
Sinergi TNI dan Rakyat: 8 Meter Beton, Manfaat Jangka Panjang
Pengerjaan jembatan beton ini melibatkan puluhan personel TNI dan masyarakat yang bahu-membahu di lokasi. Kebersamaan itu, menurut Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy S.I.P., mencerminkan kepedulian TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat secara langsung.
“Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga Desa Bawomaniamolo serta daerah sekitarnya,” ujar Kolonel Sandy dalam keterangan yang diterima di Medan.
Target: Mobilitas Lancar, Ekonomi Bergerak
Setelah rampung, jembatan ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Lebih dari itu, akses yang lebih baik diharapkan membuka peluang ekonomi baru—mempercepat distribusi hasil tani, memudahkan anak-anak bersekolah, dan memperlancar pelayanan sosial.
Program Bakti TNI untuk Rakyat sendiri merupakan agenda rutin satuan di wilayah Sumatera Utara. Di Nias Selatan, infrastruktur dasar seperti jembatan menjadi prioritas karena medan berbukit dan sungai yang kerap memutus akses antar desa saat musim hujan.