MEDAN — Bangunan replika rumah adat Batak yang menjadi ikon kawasan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, ludes terbakar. Pemerintah Kota Medan langsung bergerak dengan memastikan proses perbaikan akan dilakukan secepatnya.
“Bangunan ini merupakan aset Pemerintah Kota Medan. Jadi kami segera memperbaiki agar kembali layak,” ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas di Medan, Ahad.
Nilai Sejarah di Balik Bangunan yang Terbakar
Rico Waas menegaskan keberadaan replika rumah adat Batak dan Monumen Raja Sisingamangaraja XII bukan sekadar ornamen kota. Keduanya memiliki nilai sejarah yang melekat bagi masyarakat dan Kota Medan.
Perbaikan bangunan ini, kata dia, merupakan komitmen pemerintah kota dalam menjaga dan melestarikan sejarah serta kebudayaan di Medan. “Pemkot Medan akan segera melakukan perbaikan agar bangunan tersebut dapat kembali berdiri dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” katanya.
Jadwal Perbaikan Belum Dirinci, Koordinasi Dilakukan
Meski belum menjelaskan secara rinci jadwal perbaikan, Rico Waas mengaku jajarannya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama pemangku kebijakan terkait.
Ia bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar. “Upaya pemulihan akan segera dilakukan agar kawasan tersebut tetap menjadi salah satu ikon budaya di Kota Medan,” ujarnya.
Kebakaran Terjadi Sejak Senin Lalu
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan replika rumah adat Batak itu terjadi pada Senin (22/6). Belum ada keterangan resmi dari pihak pemadam kebakaran maupun kepolisian mengenai penyebab pasti dan besaran kerugian material akibat insiden tersebut.
Kawasan Monumen Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi dan ruang publik yang merepresentasikan identitas budaya Batak di tengah Kota Medan.