Pencarian

Konsul Jenderal Jepang di Medan Serahkan Delapan Unit Alat Berat untuk Pembersihan Lahan Pascabanjir Aceh

Rabu, 01 Juli 2026 • 20:29:31 WIB
Konsul Jenderal Jepang di Medan Serahkan Delapan Unit Alat Berat untuk Pembersihan Lahan Pascabanjir Aceh
Konsul Jenderal Jepang di Medan menyerahkan delapan unit alat berat untuk pembersihan lahan pascabanjir Aceh.

MEDAN — Jepang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan bencana di Aceh. Kali ini, melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan, mereka menyerahkan bantuan alat berat berupa empat unit ekskavator dan empat unit truk untuk mempercepat pembersihan lahan pascabanjir.

Bantuan tersebut diberikan kepada Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala dalam program hibah GGHSP. Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, secara langsung meresmikan dan menyerahkan alat berat itu di Sekolah Laboratorium Syiah Kuala pada Rabu (1/6).

Dukungan untuk Pemulihan Cepat Pascabencana

Furugori Toru menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kerja sama dan kepedulian masyarakat Jepang kepada Indonesia, khususnya Aceh. "Alat berat pembersih lahan yang telah diserahkan ini dapat berkontribusi pada pemulihan secepat mungkin saat bencana alam terjadi di Provinsi Aceh," ujarnya dalam sambutan.

Jepang sendiri telah lama terlibat dalam berbagai proyek pemulihan bencana di Aceh. Mulai dari rekonstruksi perumahan, gedung sekolah, hingga infrastruktur dasar pascagempa bumi dan tsunami besar tahun 2004. Komitmen ini berlanjut dengan pembangunan Pusat Edukasi Tsunami di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang diresmikan pada Desember 2024.

Delapan Unit Alat Berat untuk Penanganan Banjir

Dalam proyek kali ini, total delapan unit alat berat diserahkan. Rinciannya, empat unit ekskavator dan empat unit truk. Alat-alat ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan lahan yang terdampak banjir, sehingga pemulihan bisa berjalan lebih efektif.

Penyerahan hibah itu dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari; Ketua Pembina Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan; serta Ketua Pelaksana Bidang Penanggulangan Bencana Aceh, Bahron Bakti, ST., MT. Kadis PUPR Bireuen dan Kadis PUPR Aceh Utara juga turut hadir sebagai tamu kehormatan.

Mempererat Hubungan Jepang-Indonesia

Program hibah GGHSP dari Pemerintah Jepang ini dirancang untuk mengatasi permasalahan kebutuhan dasar manusia di berbagai bidang, termasuk kesehatan, sosial, pendidikan, dan lingkungan. Furugori berharap bantuan ini tidak hanya membantu pemulihan bencana, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia ke depannya.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks