Pencarian

Tim SAR Gabungan Temukan Pria 58 Tahun Hanyut di Sungai Bah Toguran Simalungun dalam Keadaan Meninggal, Pencarian Dua Hari Berakhir

Kamis, 02 Juli 2026 • 19:22:31 WIB
Tim SAR Gabungan Temukan Pria 58 Tahun Hanyut di Sungai Bah Toguran Simalungun dalam Keadaan Meninggal, Pencarian Dua Hari Berakhir
Tim SAR gabungan menemukan korban hanyut di Sungai Bah Toguran Simalungun dalam keadaan meninggal.

SIMALUNGUN — Operasi pencarian Mula Sirait (58), warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Bah Toguran, berakhir setelah tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan pada pukul 11.26 WIB, Kamis (20/3), sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian di Desa Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, membenarkan bahwa korban berhasil ditemukan setelah pencarian berlangsung selama dua hari. "Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama dua hari," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Kamis.

Kronologi: Sepeda Motor Masih Terparkir, Korban Tak Kunjung Pulang

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Bunga Sianturi. Saksi mendengar suara sepeda motor korban melintasi penyeberangan sungai menuju area perladangan. Namun, hingga pukul 12.00 WIB, korban tidak kunjung terlihat kembali.

"Saat hendak kembali ke rumah, saksi mendapati sepeda motor korban masih terparkir di penyeberangan sungai, sementara korban tidak ditemukan," kata Hery Marantika menjelaskan laporan awal yang diterima.

Setelah menerima laporan dari kepolisian setempat, Tim Rescue Kantor SAR Medan langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian. Sebelumnya, warga dan kepolisian setempat telah melakukan pencarian mandiri namun belum membuahkan hasil.

Drone Thermal Jadi Kunci Penemuan Korban

Tim SAR gabungan membagi operasi pencarian menjadi dua unit. SRU pertama melakukan penyisiran melalui jalur udara menggunakan drone thermal dari lokasi kejadian menuju arah hilir sungai sejauh kurang lebih dua kilometer. SRU kedua melakukan pencarian menggunakan metode scouting darat menyusuri bantaran sungai pada sektor yang sama, dengan fokus pada titik-titik yang dicurigai.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban berhasil terdeteksi melalui pemantauan drone thermal pada koordinat 02°54?58.38?N 99°13?47.57?E. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dan selanjutnya menyerahkan korban kepada pihak keluarga.

Imbauan Basarnas: Waspada Arus Deras Saat Musim Hujan

Atas peristiwa ini, pihak Basarnas Medan bersama tim SAR gabungan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Hery Marantika juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko di sekitar sungai, terutama saat musim hujan dan kondisi arus deras.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Pihak Basarnas mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks