MEDAN — Tren positif angkutan logistik berbasis rel di Sumatera Utara berlanjut pada paruh pertama tahun ini. KAI Divisi Regional I Sumatera Utara melaporkan total komoditas yang didistribusikan melalui jalur kereta api hingga akhir Juni 2026 mencapai 387.895 ton, naik signifikan dari 358.584 ton pada Semester I-2025.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari integrasi infrastruktur perkeretaapian dengan pusat produksi. "Jalur kereta api di Sumatera Utara yang terintegrasi langsung dengan simpul-simpul logistik, seperti pabrik perkebunan kelapa sawit, kawasan ekonomi khusus (KEK), hingga pelabuhan, membuat pergerakan angkutan komoditas dengan kereta api menjadi semakin mudah dan efisien," ujarnya.
Ekspor Jadi Motor Penggerak Angkutan Barang
Kinerja positif ini berjalan beriringan dengan menggeliatnya perdagangan internasional Sumatera Utara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat nilai ekspor pada Januari hingga April 2026 tumbuh 12,13 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor industri menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan ekspor mencapai 14,59 persen.
Menurut Anwar, pertumbuhan ekspor komoditas yang cukup besar membuka peluang bagi kereta api untuk terus mengembangkan layanan logistik. "Ini menjadi peluang bagi kereta api untuk terus mengembangkan layanan, khususnya di bidang angkutan logistik, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar yang juga terus meningkat," tambahnya.
Lebih Hijau dan Bebas Macet, KAI Dorong Pelaku Usaha Beralih
Selain kapasitas angkut yang besar, moda kereta api dinilai lebih ramah lingkungan. Berdasarkan data UK Department of Business, Energy and Industrial Strategy (BEIS), pengiriman barang menggunakan kereta api menghasilkan emisi karbon 3,84 kali lebih rendah dibanding moda transportasi darat lain untuk rute yang sama.
Anwar mengajak para pelaku usaha di Sumatera Utara untuk beralih menggunakan kereta api. "Selain menawarkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu perjalanan yang lebih dapat diprediksi karena bebas macet, beralih ke kereta api berarti kita turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan," pungkasnya.