SUMATERA UTARA — Moladin, perusahaan layanan teknologi dan otomotif, resmi mengumumkan perluasan ekosistemnya ke segmen kendaraan baru, Kamis (17/4). Lewat platform anyar ini, konsumen bisa membandingkan harga OTR, spesifikasi, hingga estimasi pajak dari puluhan merek tanpa harus berpindah situs. Data Kementerian Perindustrian mencatat proyeksi penjualan mobil nasional mencapai 850.000 unit pada 2026, naik 5,4 persen dari tahun sebelumnya — momentum yang coba ditangkap Moladin.
Dari LCGC hingga EV dalam Satu Atap Digital
Platform ini mengintegrasikan lebih dari 476 model dari 60 merek yang beredar di Indonesia. Konsumen bisa menyaring kendaraan berdasarkan segmen — dari LCGC, MPV, SUV, hingga kendaraan premium dan Electric Vehicle (EV). Tersedia juga fitur komparasi model yang menampilkan perbedaan spesifikasi secara berdampingan.
Moladin juga menyematkan simulasi kredit dan estimasi biaya pajak tahunan. Informasi promo terbaru dari dealer mitra pun bisa diakses langsung, mengeliminasi kebutuhan untuk mendatangi showroom satu per satu.
Pembiayaan Dealer: Modal Kerja hingga Rp1 Miliar
Bersamaan dengan peluncuran platform konsumen, Moladin memperkenalkan layanan Pembiayaan Dealer. Pemilik showroom bisa mengajukan modal kerja hingga lebih dari Rp1 miliar dengan proses pencairan pada hari yang sama. Layanan ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok di sisi penjual, bukan hanya pembeli.
“Sejak Moladin berdiri pada 2017, strategi kami selalu berlandaskan visi Mobility for All,” ujar Jovin Hoon, CEO Moladin, dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa platform mobil baru ini bukan sekadar ekspansi produk, melainkan langkah memperkuat ekosistem yang sudah dibangun sejak era mobil bekas.
Rasio Kepemilikan 99 per 1.000: Celah Pasar yang Masih Lebar
Data internal Moladin menunjukkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 99 unit per 1.000 penduduk. Angka ini menjadi justifikasi utama ekspansi perusahaan ke segmen mobil baru. Menurut Moladin, hambatan utama selama ini bukan hanya harga, melainkan fragmentasi informasi dan proses pembiayaan yang rumit.
Dengan platform terintegrasi, perusahaan berharap bisa menekan waktu pencarian dan pengambilan keputusan konsumen. Ke depan, Moladin berencana menambahkan fitur layanan purna jual dan asuransi dalam ekosistem yang sama.