MEDAN — Sebanyak 163 desainer UMKM Sumatera Utara ambil bagian dalam Medan Fashion Trend 2026, pagelaran busana yang berlangsung empat hari di DeliPark Mall. Total 521 koleksi ditampilkan, termasuk 15 looks pada seremoni pembukaan. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026.
Skala Koleksi: dari 15 Look Pembuka hingga 521 Total Tampilan
Pada malam pembukaan Kamis (23/7), 163 desainer memamerkan 15 looks unggulan. Keseluruhan pagelaran menghadirkan 521 looks selama empat hari. Jumlah itu menunjukkan besarnya partisipasi pelaku fesyen lokal—mulai dari perajin, desainer muda, hingga merek yang sudah mapan.
Tak hanya desainer daerah, dua desainer nasional—Deden Siswanto dan Gregorius Vici—juga turut meramaikan panggung. Kehadiran mereka diyakini bisa membuka jaringan lebih luas bagi pegiat fesyen Sumut.
Wastra Sumut: Ulos, Songket, dan Tenun Dibuat Lebih Modern
Kekayaan kain tradisional Sumatera Utara—ulos, songket, tenun, batik daerah, dan kain etnik lainnya—menjadi bahan utama dalam setiap koleksi. Para desainer mengeksplorasi warna, motif, dan material sehingga menghasilkan pakaian siap pakai yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat daya saing produk di pasar nasional dan global. “Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan melalui desain yang berkualitas agar menghasilkan nilai tambah ekonomi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, saat membuka acara.
Kolaborasi BI dan IFC: Ruang Belajar Sekaligus Promosi
Medan Fashion Trend 2026 dirancang untuk menjawab tantangan desainer dan perajin di daerah: rendahnya visibilitas, terbatasnya jejaring, serta minim akses ke pembeli dan media. Selain peragaan busana, acara ini menghadirkan talkshow, workshop penguatan merek, pameran fashion, serta kompetisi desain dan kids fashion.
National Chair IFC, Lenny Agustin, menekankan pentingnya sinergi antarpelaku industri. “Medan Fashion Trend menjadi ruang kolaborasi untuk mengangkat wastra lokal sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing,” kata Lenny. Ia menambahkan bahwa kreativitas desainer, keterampilan perajin, dan kekuatan identitas lokal harus terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Target ke Depan: Dari Lokal ke Global, Naik Kelas Tembus Batas
Medan Fashion Trend 2026 sejalan dengan semangat KKSU 2026, yaitu “Dari Lokal ke Global” dan “Naik Kelas, Tembus Batas”. Bank Indonesia bersama IFC Chapter Medan mengajak masyarakat, pelaku industri, media, dan calon pembeli untuk mendukung penggunaan produk fesyen dan wastra lokal.
“Karya Sumatera Utara diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga semakin dipercaya, digunakan, diperdagangkan, dan mampu bersaing di panggung fesyen nasional maupun global,” demikian pernyataan panitia dalam rilis. Dengan melibatkan 163 desainer dan 521 koleksi, Medan Fashion Trend 2026 menjadi indikator bahwa industri fesyen Sumut mulai bergerak dari sekadar pemain lokal menuju panggung yang lebih luas.