KEPULAUAN NIAS — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi kepala daerah pertama yang secara resmi berkantor di Kepulauan Nias sejak provinsi ini berdiri. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan di wilayah kepulauan yang selama ini tertinggal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap mengatakan, istilah 'berkantor di Nias' baru muncul di era Bobby Nasution. “Gubernur-gubernur sebelumnya mungkin sering berkunjung, tapi kalau istilah berkantor di Nias memang baru ada di masa Gubsu Bobby Nasution ini. Dan baru kali ini ada Gubsu yang benar-benar berkantor di Kepulauan Nias, berupaya menghadirkan pembangunan di daerah ini,” ujarnya di Medan, Kamis (23/07/2026).
Sepekan di Nias, Apa Saja yang Didorong Bobby Nasution?
Selama berada di Kepulauan Nias, Bobby Nasution memastikan sejumlah program strategis berjalan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan dua sekolah, yaitu SMKN 1 Gido dan SMA Unggulan Sukma. Selain itu, ia mendorong percepatan perbaikan jalan Nias Barat–Nias Selatan, pembangunan Jembatan Mo’awo, serta pembangunan pelabuhan Ro-Ro.
Di sektor kesehatan, gubernur meminta peningkatan layanan di Nias Selatan. Sementara itu, di bidang kebudayaan, ia mendorong revitalisasi situs megalitik Tetegewo dan Bawomataluo. Bobby Nasution juga memberikan bantuan kepada nelayan dan masyarakat di Nias Barat.
Empat Kabupaten Masih Tertinggal
Saat ini, empat kabupaten di Kepulauan Nias masih berstatus daerah tertinggal: Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama Bobby Nasution memprioritaskan percepatan pembangunan di kawasan tersebut.
“Pak Gubernur dan wakil akan terus bergantian berkantor di Nias, keduanya akan bekerja keras menyelesaikan persoalan di Nias. Kami berharap ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat,” kata Erwin.
Bergilir Bersama Wagub Surya
Memasuki pekan kedua, agenda berkantor di Kepulauan Nias dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya. Setelah itu, Bobby Nasution dijadwalkan kembali ke Nias untuk melanjutkan penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Pola berkantor bergilir ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan.
Kehadiran pemerintah di Nias diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan mengurangi ketimpangan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Dalam satu minggu, dampak kehadiran gubernur dinilai sudah terasa. “Kita berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita Pak Bobby Nasution membangun Nias, mengejar ketertinggalannya,” tutup Erwin.