MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap 4.009 ton jagung pipil dari petani untuk menjaga pasokan pakan ternak di wilayah kerjanya. Angka itu merupakan akumulasi pengadaan dari Januari hingga 30 Juli 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan, penyerapan jagung pipil tersebut dilakukan di sejumlah daerah. Di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Dairi, Pulau Nias, Tapanuli Tengah, Simalungun, Langkat, dan Karo.
Potensi Serapan Terbesar Berada di Karo dan Dairi
Budi menambahkan, potensi penyerapan jagung dari petani ke depan justru berada di Karo, Kabupaten Pakpak Bharat, maupun Dairi. Wilayah-wilayah itu dinilai memiliki lahan produktif yang bisa terus dikembangkan.
Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Sumut melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, dan pemerintah daerah.
Harga Jagung di Tingkat Petani Rp 5.500 per Kilogram
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri. Ketentuan itu berlaku dengan kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Standar kualitas tersebut menjadi syarat utama agar jagung petani bisa terserap ke gudang Bulog. Kepastian harga ini diharapkan memberi pegangan bagi petani di tengah fluktuasi harga pasar.
Penyaluran Jagung SPHP Capai 634 Ton untuk Peternak Ayam
Di sisi penyaluran, Bulog Sumut telah menyalurkan jagung SPHP sebanyak 634 ton dari total alokasi 1.116 ton. Jagung tersebut ditujukan untuk peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah.
Penyaluran difokuskan ke wilayah Deli Serdang, Langkat, dan Kota Binjai. Budi mengimbau peternak segera mengambil jagung SPHP yang tersedia di gudang Bulog apabila stok pakan ayam petelur mereka habis.