MEDAN — Akwan Anas resmi ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Sumatera Utara, menggantikan Satria Irawan. Sebelumnya, Akwan Anas menjabat sebagai Kajari Sumba Timur, sementara Satria Irawan mendapat promosi sebagai Asisten Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Aceh.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Rizaldi membenarkan penunjukan tersebut saat dihubungi di Medan, Jumat (31/7). "Benar, yang bersangkutan ditunjuk sebagai Kajari Samosir," ujarnya.
Lima Kajari di Sumut Dirotasi dalam Satu Keputusan Jaksa Agung
Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-10122/C/07/2026 tanggal 29 Juli 2026. Selain Samosir, Kejaksaan Agung juga merotasi empat kepala kejaksaan negeri lain di wilayah hukum Kejati Sumut, yakni Tapanuli Utara, Sibolga, Batubara, dan Serdang Bedagai.
Rizaldi menambahkan, hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pelantikan para pejabat baru tersebut. "Belum ada informasi mengenai jadwal pelantikannya. Nanti akan kami sampaikan apabila sudah ada pemberitahuan dari pimpinan," katanya.
Empat Kursi Kajari Lain: Dari Tapanuli Utara hingga Serdang Bedagai
Di Tapanuli Utara, posisi Kajari kini diisi oleh Naungan Harahap. Ia menggantikan Dedy Frits Rajagukguk yang dipromosikan menjadi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
Sementara itu, Agita Tri Moertjahjanto dipercaya memimpin Kejari Sibolga. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Muda Intelijen, Tindak Pidana Khusus, dan Pidana Militer pada Inspektorat III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung.
Rotasi di Batubara dan Serdang Bedagai
Di Kejari Batubara, Nanang Dwi Priharyadi ditunjuk menggantikan Syahrir Jasman yang kini dipromosikan menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Riau. Adapun Rahmad Isnaini dipercaya menjabat Kajari Serdang Bedagai menggantikan Amriyanta yang beralih menjadi Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Rangkaian mutasi ini menandai penyegaran struktur kepemimpinan di lima daerah di Sumatera Utara, sekaligus bagian dari promosi karier sejumlah pejabat ke tingkat yang lebih tinggi di luar provinsi.