MANDAILING NATAL — Ratusan petani di Kecamatan Siabu menghela napas lega setelah Dinas Pertanian Madina bergerak cepat menangani ledakan populasi hama tikus. Jika tidak segera dikendalikan, serangan hama ini dipastikan akan memangkas produksi padi pada musim tanam tahun ini.
Taufiq tidak datang sendiri. Ia didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan langsung memimpin aksi perburuan hama tikus bersama para petani di pematang sawah. Aksi ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dialog Langsung di Pematang Sawah
Di sela-sela perburuan hama, Taufiq memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan warga. Ia ingin mendengar sendiri persoalan yang dihadapi petani di lapangan, bukan hanya membaca laporan tertulis di atas meja.
"Kami hadir hari ini untuk bersama-sama berburu hama tikus yang mengganggu lahan persawahan warga. Ini merupakan salah satu upaya menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan," ujar Taufiq di lokasi.
Bukan Hanya Hama, Petani Juga Keluhkan Kekeringan
Di tengah pendampingan teknis pengendalian hama, para petani justru menyampaikan persoalan lain yang tak kalah krusial. Mereka mengeluhkan keterbatasan pasokan air yang mengairi areal persawahan, terutama saat debit air mulai menurun.
Sejumlah aspirasi pun mengalir. Permohonan bantuan pompanisasi menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Selain itu, petani juga meminta pengembangan penangkaran yang diharapkan mampu mendongkrak hasil produksi pertanian ke depan.
"Tadi para petani menyampaikan berbagai permohonan, di antaranya bantuan pompanisasi, penangkaran, serta beberapa kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian," ungkap Taufiq.
Ancaman Gagal Panen di Musim Tanam Tahun Ini
Ketua Kelompok Tani Saroha, Alwin Faisal Nasution, menyebut serangan hama tikus sebagai persoalan paling serius musim ini. Kondisi ini mengancam hasil panen para petani apabila tidak segera mendapat penanganan dari pemerintah daerah.
"Kami berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian dapat membantu mengendalikan hama tikus agar kerugian petani tidak semakin besar," kata Alwin.
Turunnya pejabat dinas secara langsung ke lokasi diharapkan mampu mempercepat solusi atas permasalahan petani. Dengan begitu, produktivitas pertanian di Madina tetap terjaga dan target ketahanan pangan nasional dapat tercapai.