Pencarian

PLN Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Target Listrik 55 MW

Senin, 21 September 2026 • 12:33:01 WIB
PLN Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Target Listrik 55 MW
PLN ditugaskan mengembangkan Wilayah Kerja Panas Bumi Ungaran dengan target kapasitas 55 MW.

SUMATERA UTARAPT PLN (Persero) mendapat penugasan dari Kementerian ESDM untuk mengembangkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran di Jawa Tengah dengan kapasitas hingga 55 megawatt (MW). Penugasan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 134 Tahun 2026 dan masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Dialog Stakeholders Panas Bumi Gunung Ungaran di Semarang, Kamis (17/9), yang mempertemukan unsur legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Forum itu membahas potensi panas bumi Gunung Ungaran, kebutuhan energi Jawa Tengah, serta aspek lingkungan dan sosial yang menyertai proses pengembangannya.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menekankan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi kunci menjawab tantangan ketahanan energi Indonesia. Kebutuhan energi terus meningkat, sementara ketergantungan pada energi fosil membawa risiko dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

"Kalau kita bicara energi, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu energy security, affordability, dan sustainability. Ketiganya harus berjalan bersama," ujar Sugeng.

Potensi Panas Bumi Indonesia Baru Terpakai Sebagian Kecil

Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24,7 gigawatt (GW), terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, tingkat pemanfaatannya masih relatif rendah dibandingkan total potensi yang tersedia.

"Indonesia adalah negara dengan potensi panas bumi nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika. Inilah salah satu renewable energy yang andal, karena bisa menjadi base-load atau 24 jam nyala, dengan emisi rendah," imbuh Sugeng.

Sugeng mengingatkan bahwa pengembangan panas bumi perlu dilakukan hati-hati. Banyak sumber panas bumi berada di kawasan hutan atau wilayah dengan nilai sosial dan budaya tinggi, sehingga kepentingan masyarakat dan aspek lingkungan harus menjadi bagian dari proses pengembangan.

WKP Ungaran Masih Tahap Eksplorasi

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan panas bumi dalam bauran energi nasional. Kapasitas pembangkit panas bumi ditargetkan mencapai sekitar 4,1 GW pada 2030, naik menjadi sekitar 7,5 GW pada 2034, dan sekitar 23 GW pada 2060 untuk mendukung target Net Zero Emission.

"Panas bumi ini merupakan salah satu energi terbarukan yang andal karena dapat menjadi base-load, sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan untuk mendukung sistem kelistrikan," ujar Hadi.

Untuk Gunung Ungaran, Hadi menjelaskan pemerintah baru menugaskan PLN melakukan pengembangan WKP. Prosesnya masih membutuhkan tahapan eksplorasi dan kajian untuk membuktikan potensi serta menentukan lokasi sumur yang tepat.

"Untuk membuktikan potensinya membutuhkan waktu. Ini proses yang tidak mudah, sampai kemudian menentukan titik sumur dan melakukan pengeboran eksplorasi," katanya.

Penentuan lokasi sumur eksplorasi maupun fasilitas produksi akan dilakukan melalui kajian dan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. WKP Ungaran memiliki luas sekitar 29.800 hektare.

PLN Janjikan Pengembangan Hati-Hati

Executive Vice President Panas Bumi PLN John Rembet menyatakan perseroan siap menjalankan penugasan pemerintah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurut John, panas bumi dimanfaatkan di lokasi sumbernya untuk menghasilkan listrik bagi kebutuhan dalam negeri, sehingga pengembangannya turut memperkuat kemandirian energi.

"Panas bumi merupakan sumber energi domestik yang pemanfaatannya berada di dalam negeri. Karena itu, pengembangannya menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional," ujar John.

Berdasarkan RUPTL 2025–2034, WKP Ungaran memiliki kapasitas pengembangan hingga 55 MW. Jika terealisasi, pembangkit ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi untuk sistem kelistrikan Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran menjadi ujian bagi Indonesia dalam menyeimbangkan percepatan transisi energi dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan warga. Keberhasilan proyek ini bisa menjadi acuan bagi pengembangan WKP lain di Tanah Air yang selama ini tertahan di tahap eksplorasi.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks