SUMATERA UTARA — Xiaomi 18 Pro dan Oppo Find X10 resmi diperkenalkan dengan baterai jumbo 8.000 mAh hingga 8.500 mAh serta konfigurasi kamera 200 MP. Peluncuran chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro kembali membuka perdebatan soal spesifikasi hardware Google Pixel yang dinilai tertinggal dari kompetitor Android. Bagi penggemar Pixel, daya tahan baterai dan sensor kamera menjadi dua hal yang paling dinanti pada generasi berikutnya.
Qualcomm dan MediaTek baru saja memperkenalkan jajaran chipset flagship terbaru mereka. Qualcomm meluncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan 8 Elite Extreme Gen 6, sementara MediaTek menghadirkan Dimensity 9600 Pro dengan proses produksi 2nm. Peluncuran ini langsung diikuti kemunculan sejumlah ponsel Android yang mengusung chip tersebut.
Dua di antaranya adalah Xiaomi 18 Pro dan Oppo Find X10. Keduanya membawa spesifikasi hardware yang jauh melampaui standar ponsel flagship kebanyakan, terutama pada sektor baterai dan kamera.
Spesifikasi Xiaomi 18 Pro dan Oppo Find X10
Xiaomi 18 Pro hadir dengan layar bertema "privacy screen" dan baterai berkapasitas 8.500 mAh. Ponsel ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, varian paling bertenaga dari lini chip Qualcomm terbaru.
Sementara itu, Oppo Find X10 membawa tiga kamera yang masing-masing memiliki resolusi 200 MP. Kapasitas baterainya mencapai 8.000 mAh, sedikit di bawah Xiaomi, tetapi tetap jauh di atas rata-rata ponsel flagship saat ini.
Keluhan Lama Soal Tensor di Pixel
Chipset Tensor buatan Google memang sudah lama menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar teknologi. Secara performa mentah, Tensor dikenal tidak sekuat Snapdragon atau MediaTek di kelas flagship.
Namun, Google disebut telah memperbaiki banyak kekurangan terbesar Tensor. Hasilnya, pengguna awam yang menjadi target utama Pixel kini lebih menerima performa chip tersebut. Meski begitu, setiap kali chip Snapdragon baru muncul, keluhan yang sama selalu kembali muncul.
Yang Sebenarnya Diinginkan Penggemar Pixel
Bagi sebagian pengamat, persoalan Pixel bukan semata soal tenaga prosesor. Ada dua aspek lain yang dinilai lebih mendesak untuk dibenahi, yakni daya tahan baterai dan kualitas sensor kamera.
Kehadiran baterai berkapasitas 8.000 mAh ke atas pada ponsel Android lain menjadi pembanding yang sulit diabaikan. Ditambah lagi, sensor kamera 200 MP memungkinkan hasil foto yang sudah tajam bahkan sebelum pengolahan komputasional bekerja.
Oppo Find X9 Ultra disebut menjadi titik balik bagi sebagian pengguna Pixel. Ponsel tersebut menjadi perangkat pertama dalam waktu lama yang membuat mereka mempertimbangkan meninggalkan Pixel sebagai ponsel utama.
Posisi Pixel di Pasar Android
Dari sisi software, Pixel masih punya nilai jual tersendiri. Pengalaman Android yang bersih dan pembaruan rutin menjadi alasan utama pengguna setia bertahan. Namun, keunggulan hardware dari kompetitor dinilai semakin sulit diabaikan.
Harapan pun mulai diarahkan ke Pixel 12. Sejumlah penggemar berharap Google mulai mengadopsi kapasitas baterai besar dan sensor kamera beresolusi tinggi pada generasi mendatang, tanpa harus menunggu terlalu lama.
Konteks Pasar Indonesia
Di Indonesia, Pixel memang bukan pemain utama. Kehadiran resminya di pasar lokal masih terbatas, sehingga sebagian besar pengguna mendatangkan perangkat melalui jalur impor. Kondisi ini membuat perbandingan spesifikasi dengan Xiaomi dan Oppo semakin relevan bagi calon pembeli.
Xiaomi dan Oppo sendiri memiliki basis pengguna besar di Indonesia. Keduanya rutin merilis ponsel flagship di pasar lokal, termasuk varian yang menyasar segmen "flagship killer" dengan harga lebih kompetitif.
Bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan fleksibilitas kamera, ponsel berbasis Snapdragon 8 Elite Gen 6 atau Dimensity 9600 Pro jelas lebih menarik. Sementara Pixel tetap cocok untuk mereka yang menomorsatukan pengalaman software dan pembaruan jangka panjang.