SUMATERA UTARA — Kasus campak di Kota Sabang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. IDI Cabang Kota Sabang mengingatkan dua langkah utama yang bisa dilakukan warga: melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari.
Ketua IDI Cabang Kota Sabang, dr. Yahdi Wanda Syahputra Siregar, menyebut campak sebagai penyakit infeksi yang menular lewat udara. Karena itu, warga diminta tidak hanya mengandalkan vaksin, tetapi juga menjaga kebiasaan sehari-hari di rumah.
Imunisasi campak sudah masuk daftar imunisasi wajib untuk bayi dan anak lewat program pemerintah. Pemberiannya bisa melalui Pekan Imunisasi Nasional maupun jadwal imunisasi rutin di fasilitas kesehatan.
Mengapa Campak Perlu Diwaspadai di Sabang
Campak menular melalui udara, sehingga penyebarannya bisa terjadi tanpa kontak fisik langsung. Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap paling rentan terinfeksi.
Peningkatan kasus di Kota Sabang membuat IDI setempat mengingatkan warga untuk tidak menunda imunisasi. Membatasi kontak dengan orang yang sedang terinfeksi juga membantu menekan risiko penularan.
PHBS Jadi Kunci Pencegahan Sehari-hari
dr. Wanda menekankan bahwa PHBS adalah langkah paling mendasar dalam mencegah penyakit infeksi. Kebiasaan ini perlu dilakukan konsisten, bukan hanya saat kasus sedang naik.
"Yang paling penting itu PHBS, seperti pola hidup sehat, selalu makan, cuci tangan, kemudian menjaga jarak dan menggunakan masker. Kemudian istirahat yang cukup supaya kondisi tubuh bagus dan banyak minum," ujar dr. Wanda, Selasa 29 September 2026.
Beberapa kebiasaan PHBS yang bisa diterapkan di rumah antara lain:
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas
- Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit
- Menggunakan masker saat kondisi tubuh kurang fit atau berada di keramaian
- Cukup istirahat dan banyak minum air putih
Imunisasi Campak Sudah Wajib, Gratis Lewat Program Pemerintah
Imunisasi campak tidak perlu dicari secara mandiri karena sudah termasuk vaksinasi wajib. Bayi dan anak bisa mendapatkannya melalui jadwal imunisasi rutin maupun Pekan Imunisasi Nasional.
"Kalau campak memang sudah termasuk dalam vaksinasi wajib, diberikan di Pekan Imunisasi Nasional dan di imunisasi bayi juga bisa diberikan. Jadi imunisasi campak itu imunisasi wajib," katanya.
Orang tua disarankan memeriksa kembali buku KIA atau catatan imunisasi anak. Jika ada jadwal yang terlewat, segera lengkapi di posyandu atau puskesmas terdekat.
Kapan Perlu Segera ke Dokter
Campak pada anak bisa ditandai demam tinggi, ruam merah di kulit, batuk, pilek, dan mata merah. Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan menunggu gejala memberat, terutama bila anak belum mendapat imunisasi campak. Penanganan lebih awal membantu mengurangi risiko komplikasi.
Langkah pencegahan campak sebenarnya sederhana: lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal dan biasakan PHBS di rumah. Dengan keduanya berjalan konsisten, penularan campak di lingkungan sekitar bisa ditekan.