Pencarian

Harga GOTO di Rp 37, Telkomsel Catat Floating Loss Rp 5,53 Triliun

Selasa, 29 September 2026 • 15:02:32 WIB
Harga GOTO di Rp 37, Telkomsel Catat Floating Loss Rp 5,53 Triliun
Saham GOTO menyentuh level Rp 37 per saham pada perdagangan Selasa (29/9).

SUMATERA UTARA — Nilai investasi Telkomsel di saham GOTO anjlok sekitar 86,3% setelah harga saham perusahaan ride-hailing itu bertengger di Rp 37 per saham pada Selasa (29/9). Kepemilikan yang semula senilai Rp 6,40 triliun kini tersisa Rp 877,64 miliar, memunculkan floating loss hingga Rp 5,53 triliun bagi anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menyentuh auto reject bawah (ARB) di level Rp 37 per saham pada perdagangan sesi pertama, Selasa (29/9). Ini menjadi ARB kedua berturut-turut sejak Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan batas minimum harga saham Rp 1 mulai Senin (28/9).

Telkomsel menggenggam 23,72 miliar saham GOTO, setara 1,99% dari total saham yang beredar, dengan harga perolehan Rp 270 per saham. Berdasarkan harga terkini, posisi investasi itu tergerus 86,3%.

Harga Perolehan Rp 270, Kini Tersisa Rp 37

Penurunan harga saham GOTO berdampak langsung ke nilai kepemilikan Telkomsel. Berikut rincian posisi investasi yang tercatat:

  • Jumlah saham digenggam: 23,72 miliar lembar (1,99% dari total saham GOTO)
  • Harga perolehan: Rp 270 per saham
  • Nilai investasi awal: Rp 6,40 triliun
  • Harga saham terkini: Rp 37 per saham
  • Nilai investasi saat ini: Rp 877,64 miliar
  • Floating loss: Rp 5,53 triliun (86,3%)

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menyatakan investasi di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi, sinergi, dan penciptaan nilai bagi perusahaan.

"Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara pruden berdasarkan kajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip data kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku," kata Daru dalam konferensi pers paparan publik 2026, Senin (7/9).

Daru menilai pergerakan harga saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak sepenuhnya menggambarkan manfaat strategis dari kemitraan kedua perusahaan. Telkomsel, menurutnya, akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi.

GOTO Klaim Fundamental Bisnis Tetap Kuat

Head of Corporate Affairs GOTO, Audrey Petriny, menegaskan harga saham perseroan saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. Menurut Audrey, dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru BEI terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp 50.

"Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp 50," kata Audrey dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (28/9).

Audrey memaparkan kinerja bisnis GOTO terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II/2026, perseroan mencetak laba bersih Rp 252 miliar dan membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih tercatat Rp 5,7 triliun dengan adjusted EBITDA lebih dari Rp 1 triliun.

"Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun," ujarnya.

Tekanan Jual Masih Berlanjut

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai tekanan jual saham GOTO belum akan mereda dalam waktu dekat. Menurut hitungannya, jika investor ingin menjual 1 juta lot saja belum tentu tersedia pembelinya, apalagi institusi asing yang menggenggam puluhan juta lot atau miliaran lembar saham.

"Berdasarkan logika sederhana di atas, most likely guyuran GOTO masih akan berlanjut besok-besok," kata Liza.

Secara teknikal, saham GOTO masih bergerak dalam tren penurunan yang membentuk pola parallel channel. Liza memperkirakan saham GOTO berpotensi menguji area support di kisaran Rp 36 hingga Rp 27.

"Lihat teknikal aja deh dulu, kira-kira ke Rp 27 (fair value GOTO)," ujar Liza.

Bagi pemegang saham TLKM, floating loss di GOTO menjadi catatan tersendiri meski tidak langsung memengaruhi kinerja operasional perseroan. Nilai investasi Telkomsel yang tersisa Rp 877,64 miliar setara kurang dari 1% kapitalisasi pasar TLKM, sehingga dampak ke laporan keuangan bergantung pada metode pencatatan yang digunakan perseroan.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks