SIBOLANGIT — Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i menekankan bahwa menjadi kader bukan sekadar soal loyalitas organisasi. Kader bangsa dituntut mampu mengambil bagian dalam perjalanan bangsa, memahami arah perjuangan, dan berkomitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penekanan itu disampaikan Romo Syafi'i saat membekali peserta Diklat Laskar Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit. Materi yang diangkat berjudul "Kader Bangsa, Kedaulatan Negara: Wawasan Kebangsaan dan Arah Perjuangan di Era Prabowo Menuju Indonesia Emas 2045."
Wawasan Kebangsaan Jadi Fondasi Kader
Romo Syafi'i menilai kader partai perlu dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat, bukan hanya militansi organisasi. Ia menekankan perjuangan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia.
"Menjadi kader bukan hanya soal organisasi, tetapi bagaimana kita mampu mengambil bagian dalam perjalanan bangsa. Kader harus memiliki wawasan kebangsaan, memahami arah perjuangan bangsa dan memiliki komitmen terhadap keutuhan NKRI," ujar Romo Syafi'i dalam pembekalannya.
Membaca Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Wamenag juga mengingatkan peserta diklat agar mampu membaca tantangan Indonesia ke depan. Visi besar Indonesia Emas 2045, menurutnya, menuntut sumber daya manusia berkualitas, berintegritas, disiplin, dan bersemangat kebangsaan.
Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia mendorong kader memahami arah pembangunan nasional. Kader diminta ikut mengawal agenda strategis pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
"Era Prabowo harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat kedaulatan bangsa. Karena itu, kader harus memiliki pengetahuan, karakter dan kemampuan untuk ikut mengawal pembangunan," katanya.
Karakter Kader, Bukan Sekadar Infrastruktur
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter kader Laskar Gerindra Sumut. Peserta diarahkan memiliki perspektif lebih luas tentang kebangsaan dan kehidupan bernegara.
Romo Syafi'i berharap peserta diklat tidak hanya militan secara organisasi. Mereka juga diharapkan hadir di tengah masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
"Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan pembangunan infrastruktur. Kita membutuhkan manusia-manusia Indonesia yang memiliki karakter kuat, berintegritas, berwawasan kebangsaan dan memiliki semangat untuk mengabdi," tegasnya.
Konsolidasi Kader Muda Partai
Diklat Laskar Gerindra Sumut digelar sebagai momentum konsolidasi sekaligus pembentukan karakter kader muda Partai Gerindra. Peserta menerima sejumlah materi yang diarahkan memperkuat wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga loyalitas.
Materi lain menyangkut pemahaman terhadap arah perjuangan partai dan pembangunan nasional. Melalui pembekalan itu, Laskar Gerindra Sumut diharapkan menjadi kekuatan kader yang aktif dalam kehidupan politik sekaligus berkontribusi positif di tengah masyarakat.