Pencarian

Aeva Pakai Chip Cadence Tensilica untuk Lidar 4D Mobil Otonom

Minggu, 11 Oktober 2026 • 12:33:01 WIB
Aeva Pakai Chip Cadence Tensilica untuk Lidar 4D Mobil Otonom
Aeva melisensikan Tensilica Vision DSP milik Cadence untuk pemrosesan sensor lidar 4D.

SUMATERA UTARA — Aeva resmi melisensikan teknologi Tensilica Vision DSP milik Cadence untuk mempercepat pemrosesan sensor lidar 4D di kendaraan otonom dan robot industri. Langkah ini menargetkan sistem penginderaan yang lebih hemat energi dan mampu memberi kesadaran lingkungan secara real-time, menyusul makin ketatnya persaingan sensor di segmen kendaraan otonom global.

Perusahaan pengembang sensor lidar 4D asal Amerika Serikat, Aeva, meneken perjanjian lisensi dengan Cadence untuk memakai inti pemrosesan Tensilica Vision DSP. Teknologi itu dirancang khusus menangani data gambar dan sinyal, dan akan dipakai memproses aliran data di dalam sistem lidar 4D milik Aeva.

Cadence menyebut kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah ada memungkinkan Aeva berinovasi lebih cepat. Targetnya jelas: menghadirkan fitur sensor baru ke pasar lebih awal dibanding siklus pengembangan konvensional.

Apa Itu Lidar 4D dan Mengapa Butuh Chip Khusus

Lidar adalah teknologi penginderaan berbasis laser yang memindai lingkungan sekitar untuk membangun peta 3D yang akurat sekaligus mendeteksi objek. Kemampuan mengukur jarak secara sangat detail membuat lidar jadi tulang punggung navigasi perangkat yang butuh tingkat keselamatan tinggi.

Teknologi ini dipakai lintas sektor: robot, kendaraan otonom, pabrik otomatis, hingga perangkat AI di dunia nyata. Pada lidar 4D, dimensi keempat umumnya merujuk pada informasi kecepatan atau pergeseran objek dari waktu ke waktu, bukan sekadar posisi statis.

Volume data yang dihasilkan sensor jenis ini jauh lebih besar dari lidar konvensional. Di sinilah peran DSP (digital signal processor) seperti Tensilica Vision menjadi krusial — chip tersebut mengambil alih beban pemrosesan citra dan sinyal agar sistem tidak ketergantungan pada CPU serbaguna yang lebih boros daya.

Hemat Energi Jadi Kunci di Kendaraan Otonom

Salah satu poin yang ditekankan dalam perjanjian ini adalah efisiensi daya. Sistem lidar yang andal namun hemat energi dibutuhkan untuk memberi kesadaran lingkungan secara real-time, terutama di robot industri dan aplikasi otomotif yang beroperasi terus-menerus.

Pada kendaraan listrik otonom, konsumsi daya sensor berdampak langsung ke jarak tempuh. Setiap watt yang dihemat di subsistem persepsi berarti tambahan beberapa kilometer range. Karena itu, produsen sensor berlomba menekan konsumsi daya tanpa mengorbankan latensi pemrosesan.

Dampak ke Pasar Kendaraan Otonom

Langkah Aeva mengikuti pola yang makin umum di industri: pengembang sensor tidak lagi membangun seluruh rantai pemrosesan sendiri, melainkan melisensikan inti pemrosesan dari pemasok chip khusus. Strategi ini memangkas waktu pengembangan sekaligus menurunkan risiko teknis.

Bagi konsumen, efeknya baru akan terasa beberapa tahun ke depan. Sistem lidar yang lebih cepat dan hemat daya menjadi prasyarat untuk fitur mengemudi otonom level tinggi yang aman di jalan umum, termasuk di pasar yang regulasinya ketat seperti Eropa dan Jepang.

Cadence sendiri sudah lama menyediakan inti Tensilica untuk aplikasi visi komputer, termasuk di perangkat konsumen. Masuknya Tensilica ke ranah lidar otomotif menandai perluasan penggunaan chip pemrosesan khusus ke subsistem persepsi kendaraan.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Belum ada informasi soal jadwal produksi massal maupun mitra pabrikan otomotif yang akan memakai sensor hasil kolaborasi ini.
  • Angka konsumsi daya, latensi, dan jangkauan deteksi belum dipublikasikan secara rinci — klaim "hemat energi" masih bersifat kualitatif.
  • Harga lisensi dan nilai kontrak antara Aeva dan Cadence tidak diungkap ke publik.
  • Ketersediaan di pasar Indonesia belum bisa dipastikan, mengingat regulasi kendaraan otonom di dalam negeri masih dalam tahap awal.

Tanpa data benchmark resmi, klaim percepatan pemrosesan masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen. Pembaca yang mengikuti perkembangan sensor otomotif sebaiknya menunggu spesifikasi teknis lengkap sebelum menilai dampak nyata kolaborasi ini.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks