KABANJAHE — Kapolsek Mardingding AKP A. Nainggolan menyatakan ketiga korban sedang mengolah lahan persawahan ketika hujan turun. Mereka lalu berlindung di sebuah gubuk di tengah sawah, namun petir diduga menyambar lokasi tersebut.
“Kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan turun disertai petir. Ketiga korban yang sedang bekerja (bertani) di persawahan kemudian berteduh di sebuah gubuk,” ujar Nainggolan, Kamis (5/11/2026).
Siapa Ketiga Korban
Ketiganya merupakan warga Desa Martellu. Korban masing-masing berinisial H.B. (31), R.G. (57), dan M.S.D. (13).
Korban termuda berusia 13 tahun. Seluruh korban berada di lokasi yang sama saat petir menyambar gubuk tempat mereka berteduh.
Evakuasi ke Puskesmas Laubaleng
Warga setempat mengevakuasi ketiga korban dengan ambulans ke Puskesmas Laubaleng. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.
“Ketiga korban kemudian dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Laubaleng,” kata Nainggolan.
Personel Polsek Mardingding langsung menindaklanjuti kejadian setelah menerima informasi dari Kepala Desa Martellu.
Imbauan Waspada Saat Hujan Disertai Petir
Polisi meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan selama musim hujan disertai petir. Aktivitas di area terbuka diminta segera dihentikan ketika hujan dan petir terjadi.
Warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon atau di gubuk terbuka. Area persawahan dan benda yang berpotensi menghantarkan sambaran petir juga harus dijauhi.
Imbauan lain: jangan menggunakan telepon genggam di area terbuka saat petir terjadi. Warga diminta menunda aktivitas hingga kondisi cuaca benar-benar aman.