Samosir Sulap Desa Hariara Jadi Destinasi Wisata Mancanegara Unggulan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:05:05 WIB
Homestay Rumah Bolon berusia seabad di Desa Hariara menjadi magnet wisatawan mancanegara.

Desa Wisata Hariara Pohan di Kabupaten Samosir sukses bertransformasi dari kampung terpencil menjadi destinasi unggulan yang kini menjadi incaran wisatawan mancanegara. Keberhasilan ini didorong oleh pengelolaan homestay rumah adat berusia seabad, optimalisasi potensi alam Bukit Holbung, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

SAMOSIR — Kabut tipis masih menyelimuti Huta Simarmata saat sekelompok ibu mulai sibuk di dapur. Mereka bukan sekadar menyiapkan masakan rumah, melainkan meramu sarapan tradisional untuk tamu mancanegara yang menginap di Homestay Rumah Bolon, Desa Wisata Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Piring-piring berisi jagung dan ubi rebus hangat tertata rapi di atas tikar yang dibentangkan tepat di depan rumah adat. Boru Simarmata, salah satu warga lokal yang mengelola homestay tersebut, menjelaskan bahwa pelayanan ini adalah cara mereka memperkenalkan identitas budaya kepada dunia luar.

“Setiap tamu yang menginap di sini, mau itu wisatawan lokal atau mancanegara selalu kita sajikan makanan tradisional biar mereka merasakan suasana tinggal di kampung-kampung,” ujar Boru Simarmata.

Rumah Bolon Berusia Seabad Jadi Magnet Wisatawan

Daya tarik utama desa ini terletak pada Rumah Bolon Huta Simarmata yang telah berdiri lebih dari 100 tahun. Bangunan bersejarah ini tidak dibiarkan lapuk, melainkan dialihfungsikan menjadi Homestay Desa Sejahtera Astra Hariara. Langkah ini terbukti efektif menjaga kelestarian arsitektur Batak Toba sekaligus mendatangkan pendapatan bagi warga.

Wisatawan yang datang tidak hanya sekadar menginap. Mereka diajak merasakan gaya hidup masyarakat setempat secara autentik. Tidur beralaskan tikar di dalam rumah adat dan terlibat langsung dalam proses memasak kuliner khas seperti arsik menjadi pengalaman yang paling dicari pelancong asing.

Tiopantauli Sihotang, tokoh penggerak Desa Sejahtera Astra Hariara, menyebutkan bahwa keterlibatan aktif warga adalah kunci. Tiopantauli yang juga seorang ASN ini gigih menggerakkan potensi pariwisata sejak desa tersebut masih berstatus daerah tertinggal. Kini, Hariara telah memiliki fasilitas lengkap mulai dari tempat pengelolaan sampah 3R hingga Sopo Pangan untuk pembinaan UMKM.

Transformasi Pasca Erupsi Sinabung dan Pesona Bukit Holbung

Kebangkitan pariwisata di Desa Hariara memiliki kaitan sejarah dengan peristiwa alam di kabupaten tetangga. Erupsi Gunung Sinabung pada 2010 silam membuat banyak wisatawan mancanegara mencari alternatif destinasi selain Berastagi. Momentum ini dimanfaatkan warga Samosir untuk mempromosikan Bukit Pusuk Buhit dan Bukit Holbung.

Sejak 2014, nama Bukit Holbung mulai populer di kalangan pendaki dan fotografer. Pemandangan Danau Toba dari puncak bukit ini sering disebut-sebut menyerupai lanskap perbukitan di Norwegia. Lonjakan kunjungan ini memaksa warga desa untuk belajar secara otodidak menjadi pemandu wisata, petugas tiket, hingga pengelola parkir di sela-sela kesibukan bertani.

“Kita juga tawarkan sensasi terbaru menginap di Rumah Adat Batak Toba (Rumah Bolon). Pakai tikar tidurnya, kita juga tawarkan makanan khas Batak Toba seperti arsik. Jadi wisatawan bisa ikut langsung memasak dan mengenal bumbu-bumbunya, bukan hanya mencicipi saja,” terang Tiopantauli.

Prestasi Nasional dan Kemandirian Ekonomi Desa

Kerja keras masyarakat Hariara membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Pada 2020, desa ini resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh Bupati Samosir dan meraih peringkat ketiga dalam Anugerah Pesona Indonesia. Tak berhenti di situ, pada 2022, Desa Hariara menembus 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kemenparekraf RI.

Selain sektor jasa, ekonomi desa diperkuat oleh produk UMKM lokal seperti olahan pisang Singale-ngale. Kolaborasi dengan pihak swasta seperti Astra dan GoTo juga membantu desa mengembangkan sistem manajemen yang lebih profesional. Hal ini membuat ekosistem pariwisata di Hariara tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Aspek toleransi juga menjadi nilai tambah yang membuat wisatawan asing betah. Desa ini dikenal sangat menghargai keberagaman, termasuk menyediakan sajian makanan halal bagi wisatawan muslim. Sikap ramah dan terbuka warga lokal memastikan setiap pengunjung merasa aman saat mengeksplorasi keindahan alam di bawah kaki Bukit Holbung.

Reporter: Redaksi
Back to top