MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat tiga layanan kereta api bersubsidi dengan skema public service obligation (PSO) terus meningkat penggunanya. Pada semester I 2026, tercatat 971.482 pelanggan memanfaatkan layanan ini.
Angka tersebut tumbuh 3 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai 940.906 penumpang. Sebelumnya, pada semester I 2024, jumlah pengguna tercatat 899.227 orang.
Tiga Rute dengan Tarif Ekonomis
KAI Divre I Sumut mengoperasikan tiga layanan KA bersubsidi yang menghubungkan sejumlah kota. KA Putri Deli melayani relasi Medan-Tanjungbalai pulang-pergi dengan tarif mulai Rp24.000.
KA Siantar Ekspres melayani rute Medan-Siantar PP dengan harga tiket Rp22.000. Sementara KA Datuk Blambangan menjadi yang termurah, hanya Rp5.000 untuk rute Tebing Tinggi-Lalang PP.
Dampak ke Mobilitas dan Ekonomi Warga
Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut kehadiran KA bersubsidi mendorong pergerakan masyarakat di berbagai pelosok daerah. "Kehadiran tarif tiket perjalanan kereta api yang terjangkau dengan adanya KA PSO mendorong terjadinya pergerakan masyarakat. Hal ini turut mendongkrak pemerataan ekonomi di daerah-daerah wilayah Sumatera Utara," ujar Anwar di Medan, Senin.
Ia menambahkan, keunggulan lain dari layanan ini adalah frekuensi pemberhentian di banyak stasiun. "Dengan demikian, semakin luas daerah yang bisa dijangkau dan masyarakat yang dilayani juga semakin banyak," katanya.
Subsidi Langsung Dinikmati Semua Lapisan
Anwar menegaskan bahwa subsidi pemerintah melalui angkutan kereta api menyentuh seluruh lapisan masyarakat. "Subsidi yang diberikan oleh pemerintah melalui angkutan kereta api menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan manfaatnya bisa langsung dirasakan, baik terhadap efisiensi ekonomi warga maupun peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.
KAI mengajak masyarakat Sumut untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama. Selain efisien dari segi biaya dan waktu, memilih kereta api turut berkontribusi dalam menekan emisi karbon. "Mengingat kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang ramah lingkungan," pungkas Anwar.