PADANGSIDIMPUAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sibolga bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar PESTA Tapanuli 2026 dengan tema “Sinergi Ekonomi Syariah & Digitalisasi Daerah Guna Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Regional”. Acara ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan ekonomi pascabencana melalui penguatan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) serta digitalisasi sistem pembayaran.
Sejumlah capaian strategis tercatat selama penyelenggaraan PESTA Tapanuli. Selain total penjualan booth UMKM yang menembus Rp 1.206.594.000, kegiatan ini juga berhasil merealisasikan business matching pembiayaan syariah untuk UMKM sebesar Rp 895 juta. Sebanyak 51 UMKM berpartisipasi, mendukung industri perhotelan dan pariwisata di kawasan tersebut.
Pasar murah yang digelar turut menjual komoditas kontributor inflasi seperti beras, minyak goreng, gula, cabai merah, dan aneka hortikultura. Pemerintah Kota Padangsidimpuan juga mencatat realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah selama kegiatan sebesar Rp 43 juta melalui layanan digital.
Dalam seremoni pembukaan, KPwBI Sibolga dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menandatangani komitmen pembentukan tiga Desa Devisa komoditas Kopi dan Kemenyan. Selain itu, diluncurkan sejumlah program strategis, termasuk Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Pantai Barat Sumatera, Gerakan WAKAFKITA, Gerakan HEBITREN IKHLAS, serta program Air Berkah Indonesia.
Tak ketinggalan, QRIS Pajak dan Retribusi resmi diluncurkan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah secara digital. Kick-off pembentukan Koperasi HEBITREN juga menjadi salah satu agenda yang diresmikan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menegaskan bahwa pengembangan EKSyar dilakukan melalui tiga strategi utama: pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan asesmen, riset, dan edukasi. “Dalam implementasinya di daerah, KPw BI Sibolga senantiasa berupaya menjadi AIR, yaitu: Akselerator, Inisiator, dan Regulator yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah, termasuk dengan Kota Padangsidimpuan,” ujar Riza.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes, menyebut PESTA Tapanuli 2026 sebagai momentum strategis memperkuat posisi kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Tapanuli. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, generasi muda, dan masyarakat luas.
PESTA Tapanuli juga diisi dengan 13 perlombaan dari berbagai generasi, coaching clinic pembiayaan bersama BSI dan Bank Sumut, serta fasilitasi perizinan bersama Dinas Perizinan, BPOM, dan Halal Center UIN Syahada. Puncak acara dimeriahkan dengan modest fashion show oleh jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, dan perbankan Kota Padangsidimpuan sebagai upaya promosi wastra daerah.
PESTA Tapanuli merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari road to Festival Syariah Regional. Ke depan, KPwBI Sibolga berkomitmen terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi daerah melalui EKSyar dan digitalisasi sistem pembayaran.