Indeks Kerukunan Umat Beragama Sumut Capai 81,56 pada 2025, Kemenag: Data Valid Kunci Cegah Konflik

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:10:42 WIB
Indeks Kerukunan Umat Beragama Sumut mencapai 81,56 pada 2025, menempatkan provinsi ini di peringkat ke-10 nasional.

MEDAN — Kenaikan indeks ini menempatkan Sumatera Utara di peringkat ke-10 secara nasional. Ahmad Qosbi mengatakan capaian itu membuktikan bahwa masyarakat Sumut yang majemuk mampu hidup berdampingan secara damai.

"Hasil tersebut menunjukkan masyarakat Sumatera Utara yang beragam mampu hidup berdampingan secara harmonis," ujarnya di gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Senin (11/5/2026).

Apa yang Dilakukan Kemenag untuk Menjaga Tren Positif Ini?

Sejak 2020, Kemenag bersama pemda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) membentuk Desa Sadar Kerukunan. Program ini diharapkan menjadi laboratorium hidup toleransi di tingkat akar rumput.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengaktifkan Early Warning System (EWS) sebagai sistem deteksi dini potensi konflik berdimensi keagamaan. Data dari Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh agama dikumpulkan untuk memetakan tingkat kerawanan di setiap wilayah.

"Sistem tersebut memfasilitasi pengumpulan data dari KUA dan penyuluh agama guna memetakan tingkat kerawanan, meredam eskalasi konflik, serta memperkuat kerukunan umat," kata Ahmad Qosbi.

Mengapa Data Valid Disebut Kunci?

Menurut Ahmad Qosbi, data yang akurat bisa digunakan pemerintah dan organisasi masyarakat untuk memetakan situasi, melakukan reduksi data, hingga menyusun langkah sosialisasi yang tepat sasaran. Tanpa data, kebijakan bisa salah alamat.

"Data berperan penting dalam merawat kerukunan antarumat beragama melalui penyediaan informasi yang akurat mengenai potensi konflik, peta kerukunan, serta kebutuhan dialog," tegasnya.

Ia menambahkan, lembaga seperti FKUB dapat memanfaatkan data tersebut untuk menyusun kebijakan yang optimal dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.

Kolaborasi dengan BPS Dinilai Strategis

Di akhir sambutannya, Ahmad Qosbi mengapresiasi BPS Sumut yang menjadi mitra strategis dalam penyediaan data valid. Ia berharap kolaborasi ini terus berjalan demi menghadirkan data yang profesional, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan indeks yang terus meningkat, Sumut dinilai berhasil menjaga stabilitas sosial di tengah keragaman suku dan agama. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama menjelang tahun politik yang kerap memicu gesekan horizontal.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: mistar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top