STABAT — Rencana kerja sama ini bukan sekadar promosi pariwisata. UNDP menawarkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang langsung menyentuh pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menyebut Sumatera Utara selama ini menjadi mitra strategis lembaganya. “Sumatera Utara juga memberikan kontribusi besar dalam sektor pariwisata sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam pertemuan tertutup di rumah dinas bupati.
Dalam diskusi, UNDP menyoroti potensi tiga kawasan yang selama ini menjadi andalan Langkat. Bukit Lawang dikenal sebagai pintu masuk ekowisata orangutan sumatera. Tangkahan kerap disebut surga tersembunyi dengan sungai jernih dan hutan lindung. Sementara Sei Bingai menyimpan potensi agrowisata dan alam pegunungan.
UNDP tidak hanya akan fokus pada infrastruktur wisata. Lembaga PBB itu juga berkomitmen mendukung program pengelolaan sampah dan pengembangan kapasitas masyarakat. “Dukungan tersebut tidak hanya berupa kegiatan program, tetapi juga pengembangan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” kata Sujala Pant.
Bupati Syah Afandin menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Langkat tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan. “Kami ingin pembangunan di Langkat tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Wisata harus tumbuh, masyarakat harus merasakan manfaatnya, dan alam tetap terjaga,” ujar Bupati.
Menurutnya, sektor pariwisata harus mampu membuka lapangan pekerjaan, memperkuat UMKM dan koperasi, serta meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan wisata. Hal ini sejalan dengan misi ketujuh Bupati Langkat yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.
Kabupaten Langkat memang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari wisata alam, kawasan konservasi, mangrove, hingga potensi desa wisata. Bupati mengakui potensi itu belum tergarap maksimal tanpa kolaborasi lintas sektor dan dukungan internasional.
“Karena itu kami sangat berharap adanya pendampingan dan kolaborasi dari UNDP agar potensi ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang lebih luas. UNDP berencana menyusun peta jalan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di Langkat dalam beberapa bulan ke depan.