MEDAN — Dari total anggaran Rp1,1 triliun tersebut, sebanyak sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut bersama perangkat pendamping menjalankan 141 kegiatan. Faisal menyebut capaian fisik masih rendah di triwulan I karena fase persiapan dan kontraktual, namun progres diperkirakan meningkat signifikan pada April hingga Juni mendatang, terutama untuk proyek infrastruktur.
Anggaran PHTC dialokasikan ke enam program unggulan. Pertama, Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG) yang menyasar 103.590 siswa di Nias dan lima daerah terdampak bencana, yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Langkat. Program ini baru akan dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Kedua, Program Berobat Gratis (Probis) melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang sudah memasuki tahap realisasi. Ketiga, Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop) yang tengah dalam survei pengadaan Solar Dryer Dome, fasilitas penyimpanan komoditas saat panen raya untuk menekan risiko anjloknya harga cabai di pasaran.
Empat program lainnya meliputi Digitalisasi Pelayanan Publik (Cerdas), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (Instansi), dan Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (Prestice).
Faisal menjelaskan pembangunan Sumut masih berada di tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kegiatan fisik mendominasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, namun eksekusi baru dimulai setelah kontrak rampung.
"Jika dilihat capaian fisik masih rendah, karena triwulan I ini masih fase persiapan dan kontraktual. Tapi April dan Mei sudah banyak progres dibanding triwulan I. Di Juni ini sudah kontrak, terutama kegiatan infrastruktur," ujar Faisal dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Satu program yang belum memasuki realisasi adalah PUBG. Meski pagu anggaran sudah tersedia, pelaksanaannya menunggu tahun ajaran baru pada Juli 2026. Sasaran utama adalah siswa di Kabupaten Nias dan wilayah yang pernah dilanda bencana di pesisir barat Sumut.
Sementara itu, program Jaskop dinilai berjalan sesuai jadwal. Faisal menyebut fasilitas Solar Dryer Dome diharapkan rampung bulan ini, sehingga petani cabai memiliki tempat penyimpanan saat harga anjlok akibat panen melimpah.
Dari total Rp1,1 triliun yang dialokasikan, realisasi keuangan baru mencapai 10,7 persen. Namun, dengan kontrak senilai Rp539 miliar yang sudah ditandatangani, Pemprov Sumut optimistis serapan anggaran akan meningkat drastis pada semester kedua. Fokus utama tetap pada infrastruktur strategis yang terintegrasi dan perluasan akses layanan dasar bagi masyarakat.