SUMATERA UTARA — Suasana haru menyelimuti area kedatangan bandara sejak pagi. Keluarga yang sudah berbulan-bulan menanti akhirnya bisa kembali memeluk sanak saudara usai menjalani perjalanan ibadah lebih dari satu bulan. Jamaah tampak bersyukur bisa pulang dalam kondisi sehat.
General Manager Angkasa Pura Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengungkapkan bahwa penerbangan pertama yang mendarat pagi hari mengangkut 175 jamaah. Penerbangan kedua menyusul pada pukul 13.45 WITA dengan jumlah lebih besar, yakni 184 orang.
“Sebelum kedatangan jamaah, koordinasi telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk penanganan penumpang, bagasi, hingga pengaturan transportasi lanjutan menuju daerah masing-masing,” ujar Radityo dalam keterangannya.
Skema pelayanan khusus telah disiapkan sejak jauh hari. Petugas bandara, ground handling, hingga unsur pengamanan bekerja secara terpadu agar arus kedatangan berlangsung tanpa hambatan. Penanganan bagasi menjadi salah satu perhatian utama agar tidak tertukar atau tertinggal.
Kepulangan jamaah haji Sulawesi Utara ini menjadi momentum penuh syukur tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga pemerintah daerah. Sejumlah pejabat hadir dalam penyambutan, antara lain Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut Zainudin Hilmi, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Izhak Robert Paul Rey, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulut, serta Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Ambar Suryoko.
Radityo memastikan standar pelayanan untuk penerbangan kedua sama persis dengan gelombang pertama. Mulai dari proses penjemputan, distribusi bagasi, hingga pengaturan transportasi lanjutan menuju kabupaten dan kota asal jamaah.
“Kami telah mengoordinasikan seluruh kebutuhan operasional. Penanganan jamaah maupun bagasi sudah tersusun dengan baik. Transportasi menuju daerah tujuan juga telah disiapkan sehingga proses kepulangan dapat berlangsung tertib. Insya Allah tidak terdapat kendala berarti,” katanya.
Total 359 jamaah haji dijadwalkan tiba di Manado pada hari yang sama. Seluruh pihak berharap para jamaah dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat serta membawa semangat dan nilai-nilai ibadah haji ke tengah kehidupan bermasyarakat.
Sinergi antara penyelenggara ibadah haji, otoritas bandara, Angkasa Pura, maskapai penerbangan, serta instansi terkait menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran proses pemulangan jamaah dari Tanah Suci hingga kembali ke daerah asal.