MEDAN — Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar menyambut petugas lapangan yang akan datang ke rumah atau tempat usaha masing-masing. Ia menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi kebijakan pembangunan ekonomi nasional ke depan.
“Kami mengharapkan dukungan masyarakat saat petugas sensus datang melakukan pendataan. Data yang akurat sangat penting untuk mendukung kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional,” ujar Asim dalam keterangan resmi di Medan.
Metode Pendataan: Dari Warung Kelontong hingga Pasar Tradisional
SE2026 berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Petugas BPS tidak hanya mendatangi rumah-rumah, tetapi juga lapangan dan pusat-pusat usaha seperti toko kelontong, warung makan, toko pakaian, serta sektor distribusi barang. Setiap petugas dilengkapi rompi khusus BPS, kartu tanda pengenal (ID card) dengan QR Code, dan perangkat pendataan digital.
Masyarakat diminta waspada dan hanya menerima petugas yang menunjukkan atribut resmi tersebut. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan identitas selama masa sensus.
Gerakan “TIR”: Panduan Tiga Langkah untuk Warga
BPS mengampanyekan gerakan “TIR” sebagai panduan bagi masyarakat selama proses pendataan berlangsung. Pertama, T — Terima Petugas SE2026 dengan terbuka. Kedua, I — Isi Data dengan Benar, jujur, dan valid. Ketiga, R — Rahasia Terjaga, karena seluruh data dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang.
“Pelaku usaha tidak perlu khawatir mengenai keamanan informasi mereka,” tegas Asim Saputra, merujuk pada jaminan perlindungan data yang diatur dalam regulasi statistik nasional.
Target: Basis Data Tunggal Ekonomi Nasional
Melalui sensus ini, BPS Sumut menargetkan terciptanya basis data tunggal ekonomi yang akurat dan terintegrasi. Data tersebut akan digunakan pemerintah pusat dan daerah untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari subsidi UMKM hingga perencanaan infrastruktur ekonomi di tingkat kabupaten/kota.
BPS mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara untuk berpartisipasi aktif dengan semangat kolaborasi melalui tagar #MencatatEkonomiIndonesia. Pendataan serentak ini menjadi langkah awal dalam memetakan potensi ekonomi daerah secara menyeluruh.