SUMATERA UTARA — Laptop tipis dan ringan yang digadang sebagai penantang MacBook Air ini sudah bisa dipesan langsung dari situs resmi Dell. Meski banderol awalnya terbilang ramah di kantong, konsumen perlu mencermati konfigurasi yang ditawarkan karena ada beberapa kompromi yang cukup signifikan.
Untuk harga USD 700, Dell XPS 13 (2026) hadir dengan layar 13,4 inci IPS LCD resolusi 2560 x 1600 piksel yang mendukung refresh rate adaptif 30-120 Hz. Layar ini juga sudah touchscreen.
Dapur pacunya mengandalkan prosesor Intel Core 5 320 Wildcat Lake, sebuah chip 6-inti dengan konfigurasi 2 core Performance dan 4 core Low-Power Efficiency. Grafisnya hanya mengandalkan iGPU dual-core Intel. Menurut Dell, performa single-core prosesor ini setara dengan entry-level Panther Lake, namun akan tertinggal jauh dalam tugas multi-core dan kecerdasan buatan karena NPU yang jauh lebih lemah.
Meski bodinya premium dengan sasis aluminium, keyboard backlit, dan touchpad kaca, ada beberapa pengorbanan yang cukup berat. Yang paling krusial adalah RAM 8 GB single-channel. Opsi upgrade ke 16 GB tersedia, tetapi harganya melonjak USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) dan tetap berkonfigurasi single-channel karena keterbatasan chip Wildcat Lake.
Selain itu, kedua port USB-C yang tersedia hanya mendukung kecepatan USB 3.2 Gen 2 (10 Gbps). Tidak ada port Thunderbolt 4 di varian ini, yang baru akan hadir bersama prosesor Panther Lake nanti.
Saat ini Dell XPS 13 (2026) dijual mulai USD 700 (sekitar Rp 11,5 juta) untuk varian 8 GB/512 GB. Varian 16 GB dibanderol USD 900 (sekitar Rp 14,8 juta). Belum ada informasi ketersediaan untuk pasar Indonesia secara resmi.
Bagi yang menginginkan performa lebih tinggi, Dell berencana merilis konfigurasi dengan prosesor Intel Core 7 355 Panther Lake, RAM hingga 32 GB, storage 1 TB, dan port Thunderbolt 4. Namun varian tersebut baru akan tersedia pada akhir tahun 2026 dengan harga yang diperkirakan jauh lebih tinggi.
Dell XPS 13 (2026) varian saat ini adalah laptop tipis dengan layar dan build quality yang impresif di harga USD 700. Namun, keterbatasan RAM single-channel dan absennya port Thunderbolt membuatnya kurang ideal untuk pengguna yang butuh performa multi-core atau ekspansi cepat.
Laptop ini paling cocok untuk pengguna dengan beban kerja ringan seperti browsing, mengetik dokumen, dan streaming video. Jika Anda membutuhkan laptop untuk editing video, coding, atau multitasking berat, sebaiknya tunggu varian Panther Lake atau cari alternatif lain.