Ducati DesertX V2 2026 Resmi di Indonesia: Mesin 890 cc Baru, Tenaga 110 HP untuk Adventure

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 11:44:31 WIB
Ducati DesertX V2 2026 resmi meluncur di Indonesia dengan mesin 890 cc dan tenaga 110 HP.

SUMATERA UTARA — Ducati Indonesia resmi memperkenalkan DesertX V2 2026 sebagai generasi terbaru motor adventure enduro mereka. Motor ini hadir dengan pembaruan signifikan di sektor mesin, rangka, dan ergonomi yang dirancang untuk kebutuhan touring maupun off-road.

Mesin V2 890 cc Baru: Lebih Ringkas, Tenaga Tetap Gahar

Perubahan paling mendasar ada pada dapur pacu. Ducati DesertX V2 kini menggunakan mesin V2 berkapasitas 890 cc yang lebih ringkas dibanding pendahulunya. Pabrikan asal Italia itu juga meninggalkan sistem katup Desmodromic dan beralih ke teknologi spring valve yang diklaim lebih sederhana dalam perawatan dan lebih efisien.

Mesin anyar ini menghasilkan tenaga maksimum 110 hp pada 9.000 rpm dan torsi puncak 92 Nm pada 7.000 rpm. Angka tersebut memastikan motor tetap bertenaga untuk melibas berbagai medan, dari aspal mulus hingga trek berbatu.

Rangka Monokok Baru dan Suspensi KYB Adjustable Penuh

Ducati mengembangkan dedicated monocoque chassis khusus untuk DesertX V2. Rangka baru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memudahkan akses ke komponen penting seperti airbox atau filter udara. Subframe trellis belakang juga mempermudah perawatan mesin dan membantu menekan biaya pemeliharaan.

Di sektor kaki-kaki, motor ini dibekali suspensi depan KYB upside-down berdiameter 46 mm yang fully adjustable dengan travel 230 mm. Bagian belakang menggunakan monoshock KYB fully adjustable dengan remote preload adjustment dan travel 220 mm. Kombinasi ini menjanjikan kenyamanan maksimal saat melintasi jalur off-road berat.

Desain Rally dengan Ergonomi Lebih Baik

Tampilan DesertX V2 masih mempertahankan identitas khas bergaya motor rally. Namun, beberapa detail di

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: otorider.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top