NIAS UTARA — Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara menggelar sosialisasi peningkatan dua ruas jalan provinsi di Aula Pendopo Kabupaten Nias Utara, Kamis (25/6/2026). Proyek ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur di wilayah kepulauan tersebut.
Dari total anggaran Rp44,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara, ruas Lotu–Tuhemberua mendapat alokasi Rp27,46 miliar dengan panjang 4 kilometer. Sementara ruas Lotu–Lahewa sepanjang 2,5 kilometer dianggarkan Rp17,26 miliar.
Kedua proyek dikerjakan oleh kontraktor berbeda. PT Adidaya Cipta Sentosa memenangkan tender untuk ruas Tuhemberua-Lotu, sedangkan PT Matio Jaya Cemerlang mengerjakan ruas Lotu-Lahewa.
Murni Panjaitan dari Bidang Konstruksi Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Sumut mengungkapkan temuan penting dari survei awal. Banyak warga yang membangun di bahu jalan, sehingga proyek akan mengembalikan ukuran standar ruas jalan provinsi.
Standar yang akan diterapkan meliputi badan jalan selebar 6 meter, bahu jalan kanan-kiri masing-masing 2 meter, dan parit kanan-kiri masing-masing 2 meter. Total lebar mencapai 10 meter.
"Kami akan mengembalikan ukuran standar ruas jalan provinsi," ujar Murni Panjaitan dalam sosialisasi tersebut.
Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Nias Utara. Menurutnya, jalan yang memadai akan membuka akses ekonomi masyarakat.
"Kami berharap kepada masyarakat mari kita dukung pekerjaan ini demi kesejahteraan masyarakat umum," ungkap Bupati.
Sosialisasi dihadiri oleh Dinas PUPR Sumut, Kadis PU Nias Utara, Kadis Kominfo, Camat Lotu, para kepala desa, tokoh masyarakat, LSM, dan pers.
Pekerjaan direncanakan dimulai bulan Juni 2026. Warga yang bangunannya berada di bahu jalan diimbau segera merelokasi agar proses pengerjaan tidak terhambat dan hasil pembangunan sesuai standar.
Peningkatan dua ruas jalan ini diharapkan memperlancar distribusi logistik dan mobilitas warga di Kecamatan Lotu, Tuhemberua, dan Lahewa yang selama ini terkendala kondisi jalan rusak.