Petugas Tol Kutepat Sumut Dilatih Pemadaman Kebakaran, Target Zero Accident Jadi Prioritas

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:10:31 WIB
Petugas Tol Kutepat Sumut mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran di Kota Tebing Tinggi.

MEDAN — Pelatihan yang digelar di Kota Tebing Tinggi itu menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat. Para petugas tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Corporate Secretary Hamawas, Ergy Pramadipta, mengatakan keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dalam operasional Tol Kutepat. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan setiap personel memiliki pemahaman teknis sekaligus kepercayaan diri saat menghadapi situasi darurat.

"Kami ingin memastikan petugas punya pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri menangani keadaan darurat secara profesional," ujar Ergy dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Kamis.

Materi Pelatihan: Dari Klasifikasi Api hingga Simulasi Lapangan

Dalam pelatihan tersebut, petugas mendapatkan materi kombinasi antara teori dan praktik. Mereka diajarkan mengenai klasifikasi sumber api, identifikasi potensi bahaya di lingkungan operasional jalan tol, serta prinsip dasar pencegahan kebakaran.

Langkah-langkah penanganan awal saat terjadi insiden juga menjadi bagian penting dari pelatihan. Setelah sesi teori, para petugas langsung mengikuti simulasi pemadaman kebakaran dengan menggunakan APAR.

Mereka dilatih teknik penggunaan APAR yang benar, pemilihan media pemadam yang sesuai, serta posisi aman saat melakukan pemadaman. Tahapan penanganan awal secara cepat dan aman sebelum bantuan lanjutan tiba di lokasi juga menjadi fokus utama.

Petugas Garda Terdepan, Target Zero Accident

Menurut Ergy, petugas layanan tol merupakan garda terdepan yang harus memiliki kemampuan responsif, disiplin prosedur, dan ketenangan dalam membantu pengguna jalan pada situasi darurat. Hal ini menjadi kunci untuk mencapai target pelayanan berupa Zero Accident.

"Kami terus mendorong agar seluruh petugas layanan operasi memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam setiap kondisi. Respons yang cepat dan tepat di lapangan menjadi salah satu kunci dalam meminimalkan risiko, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta memastikan pelayanan Tol Kutepat tetap berjalan optimal," ujarnya.

Peningkatan kapasitas petugas tidak hanya penting untuk aspek teknis, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan di lingkungan operasional jalan tol. Dengan pelatihan rutin seperti ini, Hamawas berharap angka kecelakaan di Tol Kutepat bisa terus ditekan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top