SUMATERA UTARA — Langkah Retroid ini mengikuti jejak Anbernic yang lebih dulu merilis RG DS Plus, handheld clamshell di bawah US$100. Bedanya, Retroid membawa kemampuan emulasi lebih tinggi dengan dukungan chipset Qualcomm.
Spesifikasi yang Dipangkas dari Versi Penuh
Pocket Duo Lite mengandalkan dua panel IPS berukuran 5,5 inci dan 4,5 inci. Jantung perangkatnya adalah chipset Qualcomm Dragonwing QCS6125.
Model standar Pocket Duo menggunakan dua panel OLED 120Hz dengan chipset Dragonwing Q-7790. Selain downgrade layar, Retroid mengganti konfigurasi tombol double-stack pada model premium dengan trigger digital in-line di versi Lite.
Kemampuan Wi-Fi dan kecepatan RAM juga lebih sederhana dibanding model penuh. Belum ada tanggal rilis resmi yang diumumkan Retroid untuk kedua perangkat ini.
Emulasi 3DS Jadi Nilai Jual Utama
Retroid memperlihatkan video singkat Mario Kart 7 berjalan di layar atas 5,5 inci dengan resolusi 2x. Ini menjadi indikasi bahwa Pocket Duo tidak berhenti pada emulasi Nintendo DS saja.
Kemampuan tersebut belum menjamin seluruh katalog 3DS berjalan mulus. Namun dibanding handheld dual-screen murah yang hanya fokus pada DS, pendekatan Retroid memberikan ruang penggunaan lebih luas bagi gamer retro.
Persaingan Handheld Dua Layar Memanas
Anbernic RG DS Plus hadir dengan layar 1024×768 dan stylus terintegrasi, tetapi chipset Rockchip RK3568 membuatnya tidak diposisikan sebagai mesin emulasi 3DS. Retroid menawarkan perangkat sedikit lebih mahal dengan kekuatan emulasi lebih tinggi.
Perubahan ini menandakan layar ganda tidak lagi menjadi fitur eksklusif handheld premium. Produsen mulai mencari kompromi harga yang lebih mudah dijangkau konsumen.
Target Pasar yang Spesifik
Pocket Duo Lite tidak sekadar versi murah dari Pocket Duo. Perangkat ini menyasar gamer yang menginginkan desain clamshell, dua layar, pengalaman DS yang kuat, sekaligus kesempatan memainkan sebagian game 3DS tanpa membayar ratusan dolar.
Bagi pengguna Indonesia, handheld retro masih menjadi ceruk pasar tersendiri. Perangkat seperti ini biasanya masuk melalui importir lokal atau pembelian langsung dari luar negeri, dengan harga yang bervariasi tergantung kurs dan biaya pengiriman.