MEDAN — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/6). Angka Rp3.781,09 per kilogram yang tercatat menjadi level terendah dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan pekebun.
Penurunan harga TBS ini terjadi di tengah musim panen yang mulai memasuki puncaknya di sejumlah kabupaten. Kondisi ini membuat pasokan TBS melimpah, sementara harga di tingkat pabrik belum menunjukkan tanda-tanda penguatan.
Data dari Dinas Perkebunan Sumut mencatat, harga TBS periode ini turun tipis dibandingkan penetapan sebelumnya. Pekebun di wilayah Serdang Bedagai dan Langkat mengaku terpukul karena biaya produksi, terutama pupuk dan tenaga panen, tak kunjung turun.
Saat harga TBS berada di bawah Rp4.000 per kg, margin petani semakin tipis. Di beberapa titik, ongkos panen dan angkut mencapai Rp600 hingga Rp800 per kg, belum termasuk biaya pemupukan yang bisa mencapai Rp1.500 per kg per siklus.
“Kalau harga sudah di bawah Rp3.800, kami hampir tidak ada untung. Apalagi kebun yang produktivitasnya sedang turun,” ujar seorang pekebun di Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, yang enggan disebut namanya.
Berikut rincian harga TBS berdasarkan kelompok umur tanaman yang dirilis oleh Dinas Perkebunan Sumut:
Tekanan harga TBS di Sumut tidak lepas dari pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global. Permintaan dari negara tujuan ekspor utama seperti India dan China dinilai masih lesu, sementara stok CPO nasional cenderung tinggi.
Di sisi lokal, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumut juga mulai melakukan pengetatan pembelian. Beberapa pabrik disebut menerapkan sortasi lebih ketat terhadap kualitas buah, yang berimbas pada harga yang diterima petani di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Perkebunan terus memantau perkembangan harga. Sejumlah pihak mendorong adanya stabilisasi harga di tingkat petani, termasuk melalui optimalisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun.
Belum ada kepastian kapan harga akan kembali naik. Pekebun diimbau untuk tidak panik menjual dan tetap menjaga kualitas buah agar tidak terkena potongan harga di pabrik.