MEDAN — Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto menyatakan bahwa dari total alokasi tersebut, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 33.379 ton beras dan 6.675.844 liter Minyakita ke sejumlah daerah. Angka ini mencakup hampir seluruh penerima bantuan pangan di provinsi itu.
Meski secara keseluruhan sudah tinggi, realisasi penyaluran di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Nias Selatan belum mencapai 100 persen. Budi optimistis penyaluran di dua daerah itu dapat tuntas dalam waktu dekat.
"Bantuan pangan sudah sampai di kantor kepala desa maupun kelurahan," ujar Budi di Medan, Minggu.
Budi menjelaskan bahwa bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui pemerintah setempat kepada warga penerima manfaat di masing-masing daerah. Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan.
Pemerintah telah menjadwalkan kembali penyaluran program bantuan pangan pada Juli 2026. Untuk itu, Bulog Sumut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan di daerah.
Untuk memenuhi alokasi bantuan periode ini, Bulog Sumatera Utara menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter Minyakita.
Jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 tercatat meningkat dibandingkan periode Oktober-November 2025 yang sebanyak 844.696 penerima manfaat. Lonjakan ini menunjukkan perluasan cakupan program bantuan pangan nasional di Sumatera Utara.