NIAS — Personel Satgas Bakti TNI untuk Rakyat bersama warga setempat mulai mengerjakan pondasi Jembatan Bailey di Sungai Yo’o, Desa Sihare’o III Bawosalo’o Berua, Kecamatan Ma’u. Proyek ini merupakan bagian dari program infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat di daerah.
Selama ini, jalur Sungai Yo’o menjadi lintasan utama warga Sihare’o III Bawosalo’o Berua menuju Desa Umbu Lolomatua. Aktivitas ekonomi seperti distribusi hasil pertanian hingga akses pelajar ke sekolah sangat bergantung pada jembatan tersebut. Dengan dibangunnya jembatan Bailey, mobilitas warga diharapkan lebih lancar dan aman.
Pada tahap awal, personel Satgas melakukan perambutan lahan dan pembuatan abutmen sebagai pondasi utama. Pekerjaan melibatkan personel dari Yon TP 905/Tuan Syah, Yon TP 903/Baluseda, Yonzipur 1/DD, Koramil 02/Gido Kodim 0213/Nias, serta para tukang dan masyarakat setempat. Gotong royong antara TNI dan warga terlihat sejak hari pertama pengerjaan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy S.I.P., menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata kehadiran TNI dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, program Bakti TNI untuk Rakyat tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, akses pendidikan lebih mudah, serta distribusi hasil pertanian dapat berjalan lebih efektif. TNI akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah,” ujar Sandy.
Warga setempat menyambut positif pembangunan ini. Selama musim hujan, akses menyeberangi Sungai Yo’o kerap terhambat dan berbahaya, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintas. Dengan jembatan Bailey yang kokoh, risiko kecelakaan di sungai bisa ditekan. Petani juga diuntungkan karena hasil bumi seperti karet dan kopra bisa diangkut lebih cepat ke pasar.